tirto.id - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, mendapat kecaman dari banyak negara Arab dan Islam atas pernyataannya yang sebut Israel berhak memiliki wilayah sangat luas di Timur Tengah. Kecaman juga disampaikan tiga organisasi regional yang menganggap ucapan Huckabee sangat provokatif.
Huckabee mengeluarkan komentar kontroversialnya melalui acara siniar (podcast) milik komentator sayap kanan, Tucker Carlson. Dalam siniar yang tayang Jumat (19/2/2026) itu, Carlson menanyakan pada Huckabee soal makna sebuah ayat dalam Alkitab yang ditafsirkan bahwa Israel berhak atas tanah di antara Sungai Nil di Mesir hingga Sungai Efrat di Suriah dan Irak.
"Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya", jawab Huckebee yang juga pendukung Israel.
"[Israel] tidak meminta untuk mengambil semua itu," tambahnya seperti dikutip AFP, Minggu (22/2/2026).
Pernyataan inilah yang membuat mantan pendeta baptis tersebut menuai kecaman secara luas. Huckabee memicu kontroversial yang berkaitan dengan kedaulatan negara lain.
Negara-negara Arab dan Islam Mengecam Lewat Pernyataan Bersama
Lebih dari selusin pemerintahan dari negara Arab dan Islam menunjukkan reaksi keras atas pernyataan Huckabee dengan mengeluarkan pernyataan bersama. Diplomat AS itu dianggap telah melakukan tindakan "berbahaya dan provokatif".
Pernyataan bersama telah dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab lalu ditandatangani UEA, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, Lebanon, Suriah, dan Negara Palestina. Organisasi regional yaitu OKI, Liga Arab, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCG) juga ikut menandatangani.
Dalam pernyataan ini disebutkan bahwa komentar Huckabee melanggar Piagam PBB dan upaya untuk meredakan perang Gaza serta memajukan penyelesaian politik yang komprehensif.
Tak hanya itu, beberapa negara sebelumnya juga mengeluarkan kecaman secara sepihak. Arab Saudi, misalnya, menyebut Huckabee "ceroboh" dan "tidak bertanggung jawab". Yordania menganggap omongan dubes itu sebagai "serangan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan".
Lebih jauh, Kuwait menilai pernyataan Huckabee telah menjadi "pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional". Adapun Oman berpendapat komentar itu "mengancam prospek perdamaian" dan stabilitas kawasan.
Mesir lebih tegas lagi dalam merespons omongan Huckabee. Melalui Kementerian Luar Negeri, Mesir menyatakan, "bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau tanah Arab lainnya".
Lalu, Otoritas Palestina menyebut kata-kata Huckabee,"bertentangan dengan penolakan Presiden AS Donald Trump terhadap (Israel) yang mencaplok Tepi Barat".
Respons berseberangan disampaikan Ketua Parlemen Israel, Amir Ohana. Ia memuji Huckabee karena mendukung Israel dan menuduh Carlson melakukan "kebohongan dan manipulasi".
Carlson baru saja dituduh antisemitisme setelah melakukan wawancara panjang dan tidak kritis terhadap Nick Fuentes. Fuentes merupakan seorang nasionalis kulit putih yang mengaku memuji Hitler, menyangkal Holocaust, dan mengecap Yahudi Amerika sebagai orang yang tidak setia.
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id


































