tirto.id - Khutbah Jumat pada 6 Juni 2025 terasa spesial. Sebab, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Naskah Khutbah Jumat kali ini akan membahas tema hari Tasyrik bulan Dzulhijjah.
Idul Adha sendiri menjadi hari raya besar bagi umat Islam selain Idul Fitri. Perayaan yang sama juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban.
Hal ini lantaran diperingati sebagai bentuk syukur atas karunia Allah Swt. dan penghormatan terhadap keteladanan Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, demi menunaikan perintah Allah.
Keberadaan Idul Adha penuh dengan makna. Beberapa di antaranya adalah ajaran pengorbanan, kepatuhan, dan kasih sayang terhadap sesama.
Momen Idul Adha berbarengan dengan ibadah haji,. Selain itu, umat Muslim juga melakukan penyembelihan hewan kurban selepas shalat Idul Adha dan selama hari Tasyrik.
Teks Khutbah Jumat 6 Juni 2025: Hari Tasyrik Bulan Dzulhijjah
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut, umat Muslim dianjurkan untuk mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid.
Makna lainnya, hari Tasyrik termasuk waktu menyembelih hewan kurban ketika belum dilakukan pada hari Idul Adha. Dengan demikian, umat Muslim dapat menyembelih hewan kurban selama tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Berikut merupakan contoh naskahKhutbah Jumat yang bisa digunakan pada tanggal 6 Juni 2025 dengan tema "Hari Tasyrik Bulan Dzulhijjah":
Khutbah I
الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ.
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Jama’ah sholat Jumat yang dirahmati Allah,
Di hari yang agung ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan iman dan amal sholeh kita dengan memurnikan ketaatan hanya kepada Allah.
Solawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad salallahu alaihiwas salam. Semoga pada hari yang ditetapkan nanti kita semua mendapat syafaatnya. Aamiin Allahhumma Aamiin.
Pada kesempatan kali ini, khotib akan mengangkat satu judul khutbah yaitu keutamaan dan larangan hari tasyrik.
Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Allah,
Hari Tasyrik pertama terjadi pada tanggal 11 Dzulhijjah atau sehari selepas Idul Adha hingga dua hari berikutnya. Ini termasuk hari yang istimewa hingga bertambah keutamaan yang kita dapati.
Keutamaan-keutamaan hari Tasyrik itu meliputi:
1. Hari berdzikir dan bertakbir
Allah berfirman:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ
Artinya: “Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Yaitu hari-hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah). (QS Al Baqoroh 203).
Mari kita perbanyak dzikir dengan bertakbir selama hari-hari Tasyrik. Semisal selepas sholat wajid 5 waktu sampai setelah Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah. Para jemaah haji juga bisa berdzikir ketika melempar jumroh.
2. Hari dikabulkannya do’a
Doa yang dianjurkan di hari Tasyrik yaitu membaca Do’a sapu jagad. Allah Ta’ala berfirman,
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu.
Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Robbana aatina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” [Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka]” (QS. Al Baqarah: 200-201).
3. Hari Bersenang-senang untuk Menyantap Makanan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa Idul Adha dan hari Tasyrik adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan.
Nabi bersabda,“Hari-hari Tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman,". Dalam lafazh lainnya, beliau bersabda:
وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
“Hari Mina (hari Tasyrik) adalah hari menikmati makanan dan minuman.”
4. Hari Idul Adha dan Hari Tasyrik: Hari Yang Paling Mulia
Mengenai keutamaan hari Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah) disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Abu Daud:
إِنَّ أَعْظَمَ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Sesungguhnya hari yang paling mulia di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).”
Hari Tasyrik disebut yaumul qorr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina. Hari Tasyrik yang terbaik adalah hari Tasyrik yang pertama, kemudian yang berikutnya dan berikutnya lagi.
Demikian khutbah pertama yang bisa khotib sampaikan. Semoga dapat semakin meningkatkan iman dan takwa kepada kepada Allah Swt. terutama selama Hari Raya Idul Adha dan jelang memasuki hari-hari Tasyrik mendatang.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Penulis: Sunardi
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id




































