tirto.id - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang putusan sela perkara hasil Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (PHPU Kada), Senin (5/5/2025) pukul 08.30 WIB. Putusan tersebut akan dilaksanakan dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Ketua MK, Suhartoyo, di Ruang Sidang Pleno Gedung I MK.
Melalui putusan sela hari ini, MK akan mengungkap perkara-perkara yang akan dilanjutkan ke tahap pemeriksaan persidangan lanjutan pada 8 Mei 2025 mendatang. Dalam tahap persidangan tersebut, masing-masing pihak akan diberikan kesempatan untuk mengajukan saksi ataupun ahli. Untuk perkara PHPU Bupati dan Wali Kota, secara keseluruhan para pihak diperbolehkan mengajukan
maksimal empat orang saksi dan atau ahli.
"Adapun mekanisme pengajuan daftar nama saksi dan atau ahli dari para pihak, diajukan paling lambat satu hari kerja sebelum hari persidangan," kata MK.
Dalam keterangan MK, terdapat 7 daerah yang mengajukan gugatan PHPU Kada dan sebelumnya telah melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU). Ketujuh daerah tersebut antara lain:
1. 311/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Puncak Jaya Tahun 2024
2. 312/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Siak Tahun 2024
3. 313/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Barito Utara Tahun 2024
4. 314/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Buru Tahun 2024
5. 315/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Pulau Taliabu Tahun 2024
6. 316/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Banggai Tahun 2024
7. 317/PHPU.BUP-XXIII/2025 PHPU Kada Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2024
MK menyatakan bahwa seluruh proses pemeriksaan pendahuluan dan persidangan untuk tujuh perkara telah digelar pada 25 dan 29 April 2025. MK juga menegaskan telah mendengarkan pokok-pokok permohonan Pemohon yang dilanjutkan dengan mendengarkan Jawaban Termohon yaitu KPU dan mendengarkan Keterangan Pihak Terkait dan Bawaslu.
"Dengan demikian, para pihak sudah diberikan kesempatan yang sama untuk memaparkan dalil
permohonan ataupun jawaban atau tanggapan berdasarkan fakta dan bukti masing-masing. Seluruh perkara yang akan diputus, merupakan perkara PHPU Bupati dan Wakil Bupati," kata MK dalam keterangan pers.
Apabila merujuk pada peraturan perundang-undangan, MK berkewajiban untuk menyelesaikan perkara PHPU Kada paling lama 45 hari kerja sejak perkara dicatat dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi atau e-BRPK.
Dikutip dari Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 2 Tahun 2025, MK akan memutus sisa perkara yang masuk tahap Pemeriksaan Persidangan Lanjutan pada 14 Mei 2025 mendatang.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































