tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa di tengah gejolak harga minyak mentah dunia, hanya bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang akan mengikuti mekanisme pasar.
Menurutnya, BBM jenis ini—seperti Pertamax, Dexlite dan produk BBM lain di SPBU swasta—umumnya digunakan oleh masyarakat mampu, sehingga penyesuaian harga akan berlaku untuk BBM non-subsidi pada awal bulan mendatang.
Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.
"Di peraturan Menteri ESDM tahun 2022, itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu non-industri. Kalau yang industri, tanpa diumumkan pun, dia terus terjadi berdasarkan harga pasar. Jadi, mau diumumkan atau tidak diumumkan, dia akan mengikuti harga pasar," kata Bahlil saat memberikan keterangan pers, dikutip dari YoTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).
Dalam praktiknya, BBM kategori industri umumnya menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, seperti RON 95 dan RON 98.
"Itu kan orang-orang yang mampu lah seperti, mohon maaf, contoh Pak Rosan (Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani), Pak Seskab (Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya), masa pakai minyak subsidi, ya kan? Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo, tugas negara menyiapkan. Yang membayar mereka. Itu tidak ada tanggungan negara sama sekali," jelas Bahlil.
Sebaliknya, harga BBM subsidi yang akan diumumkan pada 1 April masih akan mendapat intervensi dari Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil meyakini Presiden tetap mempertimbangkan perlindungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah di tengah tekanan kenaikan harga minyak global.
"Yang kita fokus itu adalah menyangkut dengan subsidi. Nah, tadi saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa, bahwa Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik," tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































