Menuju konten utama

Bahlil: Meski Seluruh Dunia Terdampak Perang, Stok BBM RI Aman

Bahlil menekankan, cadangan minyak Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21-28 hari.

Bahlil: Meski Seluruh Dunia Terdampak Perang, Stok BBM RI Aman
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (19/10/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia masih berada dalam kondisi aman meski stok energi di seluruh dunia terdampak perang AS-Iran.

Ia menekankan, cadangan minyak Indonesia masih memenuhi standar minimal nasional yang berkisar di angka 21-28 hari.

“Sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil ketika melakukan sidak di Jawa Tengah, dipantau secara daring dari Kementerian ESDM Jakarta, Kamis.

Bahlil juga menjelaskan, kecukupan masa cadangan tersebut bukan berarti bahan bakar Indonesia akan habis selama 21-28 hari, melainkan akan terus terisi kembali setelah minyaknya terdistribusi. Pasalnya, pemerintah mengoptimalkan fasilitas pengolahan minyak berupa kilang-kilang yang ada di Indonesia.

Selain itu, pasokan impor minyak mentah sesuai dengan spesifikasi kilang-kilang dalam negeri juga dipastikan dalam kondisi yang aman, sebab pemerintah sudah mencari alternatif impor di luar wilayah terdampak perang Iran.

“Kita tahu bahwa 20 persen dari crude (minyak mentah) kita itu diambil dari Selat Hormuz. Sekarang, kami sudah ganti ke tempat lain dan pasokannya insyaallah sudah mulai membaik,” ujar Bahlil.

Sebagai informasi, pada Selasa (24/3/2026) lalu, pemerintah Filipina mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global menyusul konflik di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan GMA News, Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menandatangani perintah eksekutif yang secara formal memberlakukan keadaan darurat dan mengaktifkan respons nasional untuk memulihkan kestabilan pasokan energi dan mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.

Adapun Filipina mendatangkan hampir 26 persen dari kebutuhan energi nasionalnya dari kawasan Timur Tengah, dengan total anggaran yang dihabiskan untuk energi Timteng pada 2024 mencapai 16 miliar dolar AS.

Baca juga artikel terkait BBM

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana