Menuju konten utama

Kebijakan Negara-Negara di Dunia Atasi Krisis BBM Imbas Perang

Simak kebijakan yang diterapkan sejumlah negara di tengah krisis BBM yang sedang dihadapi karena perang AS-Israel vs Iran.

Kebijakan Negara-Negara di Dunia Atasi Krisis BBM Imbas Perang
Ilustrasi pom bensin. FOTO/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Krisis energi global yang sedang terjadi saat ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya setelah Iran memblokade jalur laut strategis Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia. Apa saja hal yang dilakukan negara-negara untuk mengantisipasi krisis BBM?

Sejak serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, pasukan Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal yang mencoba melintas, sehingga banyak kapal tertahan dan distribusi energi global terganggu.

Akibatnya, pasokan minyak dan gas dunia tersendat, harga energi melonjak tajam, dan banyak negara mengalami tekanan besar terhadap ekonomi serta kebutuhan energi dalam negeri.

Untuk menghadapi situasi ini, berbagai negara di dunia mengambil langkah-langkah darurat yang cukup ekstrem demi menghemat bahan bakar dan menjaga stabilitas ekonomi.

Sri Lanka menerapkan sistem jatah bahan bakar berbasis QR code dengan batas maksimal pembelian serta meliburkan sekolah dan sebagian kantor pemerintah.

Bangladesh mengalihkan sekolah ke sistem online dan memberlakukan pemadaman listrik bergilir untuk menghemat energi. Pakistan dan Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, serta membatasi perjalanan dinas yang tidak penting.

Tidak hanya di Asia, dampak krisis ini juga terasa di wilayah lain. Di Afrika, Mesir membatasi jam operasional pusat perbelanjaan dan gedung pemerintah untuk menghemat listrik, sedangkan Kenya menerapkan pembatasan ekspor bahan bakar dan sistem jatah.

Di kawasan Oseania, Selandia Baru bahkan mempertimbangkan kebijakan “hari tanpa mobil” untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Di Eropa, negara seperti Slovakia dan Slovenia memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar untuk mencegah penimbunan.

Apa yang Dilakukan Negara-negara untuk Antisipasi Krisis BBM?

Berikut langkah-langkah yang telah diambil oleh negara di dunia dalam mengantisipasi krisis BBM akibat perang Iran vs AS-Israel dikutip NDTV (23/3/2026):

  1. Sri Lanka: Pemerintah meliburkan sekolah dan sebagian kantor untuk mengurangi aktivitas, sekaligus membatasi pembelian bensin maksimal 15 liter per minggu lewat sistem digital agar penggunaan BBM lebih terkendali.
  2. Bangladesh: Sekolah dipindah ke online dan listrik dipadamkan bergilir supaya energi bisa diprioritaskan untuk industri penting seperti tekstil.
  3. Bhutan: Penjualan bensin dalam jeriken dilarang agar tidak ada penimbunan, dan BBM diprioritaskan untuk layanan penting seperti ambulans.
  4. Pakistan: Jam kerja pegawai pemerintah dikurangi jadi 4 hari seminggu dan jatah BBM instansi dipotong setengah untuk menghemat penggunaan.
  5. Filipina: Pemerintah juga menerapkan kerja 4 hari dan membatasi perjalanan dinas yang tidak penting agar konsumsi BBM turun.
  6. Vietnam: Perusahaan diminta menerapkan kerja dari rumah dan masyarakat didorong naik transportasi umum untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.
  7. Myanmar: Diterapkan sistem ganjil-genap untuk beli BBM berdasarkan nomor kendaraan karena pasokan sangat terbatas.
  8. Kamboja: Sekitar sepertiga SPBU tutup karena kekurangan pasokan, menandakan krisis sudah cukup parah.
  9. Laos: Pegawai negeri wajib kerja dari rumah dan sistem kerja bergiliran diterapkan agar mengurangi kebutuhan perjalanan dan BBM.
  10. Mesir (Afrika): Jam operasional mall dan restoran dipersingkat, serta lampu reklame dimatikan untuk menghemat energi listrik.
  11. Kenya: Ekspor BBM dihentikan dan diterapkan sistem jatah karena stok diperkirakan hanya cukup sampai April.
  12. Afrika Selatan: Distribusi solar diatur ketat ke berbagai sektor agar tidak terjadi kelangkaan dan panic buying.
  13. Selandia Baru: Pemerintah mempertimbangkan “hari tanpa mobil”, memantau stok BBM secara ketat, dan banyak penerbangan dibatalkan karena mahalnya bahan bakar.
  14. Slovakia: Pembelian solar dibatasi dengan kuota resmi agar masyarakat tidak menimbun.
  15. Slovenia: SPBU membatasi jumlah pembelian BBM untuk kendaraan supaya pasokan tetap cukup untuk semua orang.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra