tirto.id - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menginstruksikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersepeda setiap Jumat. Instruksi ini dikeluarkan sebagai upaya pemerintah pusat mendorong efisiensi energi melalui kebijakan work from home (WFH).
Ika juga menginstruksikan seluruh ASN kerja bakti setiap Jumat, sebagai bagian dari penguatan program Indonesia Asri yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau saya nawaitunya, outcome WFH ASN ini kan untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) sampai dengan 20 persen. Nah saya justru punya inovasi setiap hari Jumat seluruh ASN Pemkot Mojokerto tidak usah pakai kendaraan bermotor, tetapi gowes semuanya,” tutur Ita di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (25/3/2026) dilansir dari Antara.
Menurutnya, semangat efisiensi yang menjadi tujuan kebijakan WFH tidak hanya berhenti pada pengurangan hari kerja di kantor, tetapi juga bisa dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor secara langsung melalui gerakan gowes bersama.
Ia menegaskan, gerakan tersebut juga mendukung program Indonesia Asri yang mendorong seluruh instansi pemerintah hingga masyarakat terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Saat saya menjabat pada periode pertama dulu, setiap hari Jumat kami turun ke masyarakat dengan gowes, dan ini akan kami aktifkan kembali, sekaligus diintegrasikan dengan kerja bakti bersama masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, ASN diperbolehkan mengenakan pakaian yang lebih fleksibel agar mendukung aktivitas fisik di lapangan.
"Gerakan gowes dan kerja bakti ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kota Mojokerto, serta mendorong penghematan energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan," katanya.
Sebelumnya, pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan setelah Lebaran, sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga ditemui usai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu (21/3).
Airlangga menegaskan kebijakan WFH hanya akan berlaku satu hari dalam sepekan.
Ia menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Di tempat yang sama, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa penerapan WFH sehari dapat memberikan dampak efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Ia menjelaskan alasan kebijakan ini hanya diberlakukan sehari adalah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.
Masuk tirto.id






























