Menuju konten utama

Mensesneg: Rekrutmen ASN akan Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal

Prasetyo juga mengamini bahwa rapat tersebut turut membahas potensi penghematan dalam postur anggaran yang dapat berdampak pada rekrutmen ASN.

Mensesneg: Rekrutmen ASN akan Disesuaikan dengan Kondisi Fiskal
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali bertemu dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya setelah disebut bertemu dengan tokoh ‘oposisi’ pada Jumat (30/1/2026) lalu. tirto.id/Naufal

tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Selasa (17/3/2026). Ia menyampaikan bahwa rapat lintas kementerian tersebut digelar sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta jajarannya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian.

“Dan secara paralel, kami semua juga diminta untuk melakukan telaah serta exercise sebagai persiapan ke depan dalam melakukan pengisian kebutuhan personel guna menjalankan program-program prioritas Bapak Presiden,” ujarnya usai rapat di Gedung Kemenhan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menyebut pemerintah masih memfinalkan rencana rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN) tahun ini dengan mempertimbangkan kondisi fiskal serta kebutuhan program prioritas nasional. Meski demikian, ia menambahkan bahwa secara umum para menteri yang hadir telah menyampaikan kebutuhan masing-masing.

“Tetapi pada siang hari ini kami belum bisa menyampaikan angka secara detail, karena diskusi tadi berkembang, bahwa mungkin ada prioritas-prioritas yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Bagaimanapun juga, kita harus mempertimbangkan kemampuan fiskal kita,” ujarnya.

Prasetyo juga mengamini bahwa rapat tersebut turut membahas potensi penghematan dalam postur anggaran yang dapat berdampak pada rekrutmen ASN.

“Iya, itu dibahas sebagai salah satunya. Maka tadi saya sampaikan, untuk jumlah kita belum bisa menyampaikan secara pasti siang ini. Tetapi setiap tahun, secara alami ada ASN yang memasuki batas usia pensiun,” ujarnya.

“Jadi kalau kita ingin menjaga fiskal, kita akan menyesuaikan dengan jumlah tersebut. Berapa yang memasuki batas usia pensiun, itulah yang menjadi batas kemampuan kita untuk merekrut ASN baru, tentu dengan tujuan menjalankan program-program prioritas pemerintah,” lanjutnya.

Ia tidak memungkiri Koperasi Desa Merah Putih serta pengembangan Kampung Nelayan dalam pembahasan rapat prioritas. Ia mencontohkan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa pada tahun ini, sesuai perencanaan, pemerintah akan membangun atau memperbaiki sekitar 1.000 hingga 3.000 Kampung Nelayan dari total kurang lebih 12.000 Kampung Nelayan yang ada. Upaya tersebut, menurut Prasetyo, membutuhkan pengisian sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang perikanan dan kelautan.

“Tahun ini kurang lebih 30.000 Koperasi Desa Merah Putih kita harapkan sudah dapat beroperasi. Tentu di situ dibutuhkan pengawakan untuk menjalankan fungsi-fungsi koperasi sebagaimana yang kita harapkan. Justru hal-hal seperti itulah yang kita bahas hari ini,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait REKRUTMEN ASN atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Andrian Pratama Taher