Menuju konten utama

Menkopolhukam Jamin Aksi Teror di Moskow Tak Akan Menjalar ke RI

Menurut Hadi Tjahjanto, ada kelompok yang berpotensi mengikuti apa yang dilakukan ISIS di Rusia. Namun dia menjamin jaringan-jaringannya telah dideteksi.

Menkopolhukam Jamin Aksi Teror di Moskow Tak Akan Menjalar ke RI
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto saat menghadiri serah terima jabatan Menko Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (21/2/2024). Hadi Tjahjanto resmi menjabat sebagai Menko Polhukam menggantikan Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Menko Polhukam. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, menjamin aksi teror jihadis ISIS di sebuah gedung konser di Moskow, Rusia, tak akan menjalar ke Indonesia.

Oleh karenanya dia meminta masyarakat untuk tetap menjalankan ibadah dengan tenang, termasuk saat jelang Paskah dan Idulfitri.

"Untuk deteksi dini, termasuk pemantauan jaringan-jaringan teroris apalagi ISIS terus dilaksanakan. Tadi sudah dibicarakan antara BNPT, BIN, Kadensus, dan semuanya terus dipantau," kata Hadi di Kantor Kemenko Polhukam, Senin (25/3/2024).

Ia mengakui terdapat sekelompok masyarakat yang memiliki potensi untuk mengikuti apa yang dilakukan ISIS di Rusia. Namun dia menjamin bahwa jaringan-jaringan tersebut telah dideteksi.

Hal itu, tambahnya, termasuk orang-orang yang berpotensi melakukan aksi teror sendirian tanpa ada komunikasi kepada kelompok lainnya atau yang kerap disebut lone wolf.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Mohammed Rycko Amleza Dahniel, mengungkapkan kejadian penyerangan gedung konser di Moskow memiliki potensi membangkitkan militansi jihadis di Indonesia. Karena hal itu dipertontonkan dan dinarasikan seakan menggunakan label agama.

Menurutnya, BNPT akan berkerja sama dengan banyak pihak untuk mencegah hal tersebut. Rycko menjelaskan bahwa lembaganya menjadi koordinator lintas kementerian dan lembaga dalam hal penanggulangan terorisme.

ia menambahkan, hal yang paling mujarab dalam penanganan terorisme adalah dengan membangun pertahanan publik atau public resilience. Prosesnya dilakukan dengan komunikasi dan sejumlah tindakan tegas jika diperlukan.

"Yang pertama membangun public resilience. Kedua, penegakan hukum yang efektif dalam rangka pencegahan. Supaya apa? Supaya para pelaku teror, saudara kita yang masih tersesat dan masih meyakini bahwa melakukan kekerasan adalah suatu dari kebenaran, dia harus meyakini bahwa itu salah," ungkapnya.

Baca juga artikel terkait TERORISME atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash news
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi