Menuju konten utama

Menkes Ungkap Alasan Prabowo Izinkan RS Asing Buka di Indonesia

Budi menilai banyaknya masyarakat yang berobat ke luar negeri jadi alasan Presiden undang RS asing ke Indonesia.

Menkes Ungkap Alasan Prabowo Izinkan RS Asing Buka di Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/3/2023). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengundang rumah sakit asing untuk membuka cabang di Indonesia. Hal ini disampaikan Prabowo saat bertemu Presiden Dewan Eropa, António Costa, di Brussels, Belgia, Minggu (13/7/2025).

Merespons hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa tujuan dari presiden mengundang rumah sakit asing untuk buka cabang di Tanah Air agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, serta dengan standar internasional.

"Jadi lebih mudah buat mereka untuk mendapatkan layanan yang kualitasnya baik setara dengan di luar negeri," katanya usai Rakortas terkait Peluncuran Kopdes Merah Putih di Kemenko Pangan, Selasa (15/7/2025).

Budi pun menjelaskan, undangan Prabowo kepada rumah sakit-rumah sakit internasional untuk membuka cabang di Indonesia didasarkan pada banyaknya masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri.

"Itu beliau bilang, kan, ini tidak bisa dilayani di dalam negeri, sehingga kita harapkan dengan adanya rumah sakit-rumah sakit internasional nanti di Indonesia, rakyat Indonesia itu kalau aksesnya enggak usah jauh-jauh," ujarnya.

Lebih lanjut Budi menerangkan bahwa pembukaan rumah sakit asing di Indonesia memiliki landasan hukum yang jelas. Hal ini diatur di dalam UU Cipta Kerja tahun 2023 dan peraturan pemerintah yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

"Di UU Cipta kerja itu dimungkinkan. Yang kedua juga beliau melihat banyak sekali masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri," tuturnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan dalam dua tahun terakhir banyak mengundang partisipasi asing di banyak sektor di Indonesia, salah satunya adalah terkait pembukaan cabang rumah sakit asing.

"Kami membuka sektor kesehatan. RS asing mana pun, atau institusi kesehatan di luar negeri dapat membuka cabang mereka, atau institusi yang terkait dengan mereka di Indonesia. Kami telah memperbolehkan RS asing buka di Indonesia," kata Presiden Prabowo ke Presiden Costa saat keduanya bertemu di Kantor Dewan Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels.

Prabowo ingin melihat lebih banyak keterlibatan Eropa dalam perekonomian Indonesia, dan begitu juga sebaliknya. Kerja sama di sektor kesehatan ini dapat terlaksana dalam kesepakatan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana