Menuju konten utama

Soal Hantavirus di Kapal Pesiar, Menkes: Kita Fokus Pengawasan

Soal wabah hantavirus yang sedang melanda kapal pesiar di Afrika Barat, Menkes mengatakan Indonesia akan fokus pengawasan.

Soal Hantavirus di Kapal Pesiar, Menkes: Kita Fokus Pengawasan
Seseorang yang mengenakan pakaian pelindung bahan berbahaya (2R) dikawal ke ambulans dari pesawat medis yang diduga membawa beberapa penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang diyakini terinfeksi hantavirus, di bandara Schiphol dekat Amsterdam pada 6 Mei 2026. Sebuah pesawat yang berangkat dari Tanjung Verde setelah evakuasi kapal pesiar yang terkena hantavirus mendarat di Kepulauan Canary Spanyol pada 6 Mei, sementara penerbangan kedua menuju Belanda. AFP/oleh Lina Selg

tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa hantavirus yang kini tengah mewabah di sebuah kapal pesiar mewah MV Hondius merupakan sebuah virus yang cukup berbahaya.

Dia menyebut saat ini Indonesia masih berfokus pada pengamatan dan pengawasan.

“Jadi sekarang kita masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa kita bisa cepat,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2026).

Budi mengaku juga sudah berkoordinasi dengan World Health Organization (WHO) untuk meminta petunjuk agar bisa mendeteksi lebih dini terkait virusnya.

“Kita udah koordinasi dengan WHO Kita minta guidance untuk bisa lakukan screening,” kata dia.

Menurut informasi yang didapatnya, hantavirus yang saat ini mewabah masih terkonsentrasi di kapal MV Hondius itu dan tidak menyebar ke mana pun. Adapun, Indonesia saat ini tengah mengantisipasi dengan melakukan skrining.

“Apakah itu dalam bentuk rapid test kayak kita COVID dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR,” katanya.

“Kita beruntung sekarang kan mesin PCR kita udah banyak. Jadi untuk deteksi virus ini harusnya bisa lebih mudah cuma dipastikan reagennya masih khusus,” lanjut dia.

Sementara itu, ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono menilai hantavirus yang mewabah di kapal pesiar itu disebabkan karena kurangnya penjagaan terhadap vektor atau organisme yang menularkan kuman.

Atas hal ini, menurutnya, Indonesia harus mengantisipasi semua transportasi publik terutama kapal jarak jauh agar dijamin tak ada vektor yang memungkinkan penularan. Terlebih untuk kapal pesiar atau kapal jarak jauh membuat manusia berada lama dalam tempat itu.

“Nah, itu tugasnya siapa? Tugasnya salah satu adalah Kepala Kesehatan Pelabuhan. Dari bagian Kemenkes itu. Jadi di setiap pelabuhan harus memeriksa, melihat apakah ada kemungkinan vektor-vektor yang potensial membawa penyakit,” kata Pandu.

Untuk diketahui, wabah hantavirus menyebar di sebuah kapal pesiar mewah MV Hondius. Tiga orang penumpang tewas dan kasus kematiannya dikaitkan dengan virus tersebut.

Sejauh ini ada tujuh kasus infeksi hantavirus yang diidentifikasi di atas kapal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pada Selasa (5/5/2026) penularan dari manusia ke manusia diduga telah menjadi penyebab mengapa virus ini mewabah di kapal pesiar mewah tersebut.

Baca juga artikel terkait HANTAVIRUS atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Dipna Videlia Putsanra