tirto.id - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mendukung penuh usulan Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang menginginkan proyek pembangunan rumah sakit tipe A di lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras di Tomang, Jakarta Barat, masuk dalam bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Budi menilai, usulan ini baik agar warga Jakarta tak perlu berobat ke luar negeri apabila sakit.
“Kami support 100 persen, sebagai warga Jakarta gitu. Kami pengin kalau bisa kalau sakit enggak usah ke luar negeri, di sini,” kata Budi usai menggelar pertemuan dengan Pramono Anung di Kantor Kemenkes, Selasa (28/10/2025).
Meskipun mendukung masuk dalam PSN, Budi menyebut bahwa pihaknya tak memiliki kapasitas dalam memutuskan hal tersebut.
“Kami mendukung untuk masuk PSN, keputusannya bukan di kami tapi kami dari kesehatan mendukung agar ini bisa masuk PSN,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginginkan proyek pembangunan rumah sakit tipe A di lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras di Tomang, Jakarta Barat, masuk ke dalam bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut Pramono, rumah sakit tipe A itu dapat dijadikan rumah sakit spesialis untuk penyakit jantung, kanker, hingga stroke. Sebab, rumah sakit itu berada di lokasi yang sangat strategis.
“Saya akan mengusulkan [proyek pembangunan rumah sakit tipe A] ini, akan memasukkan dalam Proyek Strategis Nasional karena areanya 3,6 hektar, bisa dibangun untuk rumah sakit yang sangat-sangat lengkap,” ujar Pramono di RS Sumber Waras, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Nantinya, dalam membangun rumah sakit tipe A itu, Pramono menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggunakan dua skema pembiayaan, yakni yang pertama adalah pembiayaan kreatif atau creative financing, dan kedua memasukkan proyek itu sebagai bagian dari PSN.
Untuk skema creative financing, ia menguraikan, apabila Pemprov DKI bisa menerima dana Rp10 triliun dari pemerintah pusat yang akan dikirimkan ke Bank Jakarta, maka dana tersebut dapat digunakan untuk membiayai proyek pembangunan.
Pramono menerangkan, lahan di samping RS Sumber Waras yang akan menjadi lokasi pembangunan rumah sakit tipe A itu merupakan lahan yang dibeli oleh Pemprov DKI pada 2014 silam.
Saat itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan atas lahan tersebut karena Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP-nya dinilai terlalu tinggi. Setelah penyelidikan KPK itu dinyatakan selesai pada 2023, Pramono mengaku semakin bersemangat untuk segera membangun sebuah rumah sakit tipe A di lahan seluas 3,6 hektar tersebut.
“Kami menjadi semakin bersemangat untuk menyelesaikan persoalan ini dan akan segera kami bangun menjadi rumah sakit tipe A. Luas area di sini adalah 3,6 hektar,” ucapnya.
Pemprov DKI Jakarta pun disebut akan segera memulai proyek pembangunan rumah sakit itu, diawali dengan melakukan feasibility study dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
“Kalau persoalan hukumnya sudah selesai, di BPK-nya sudah tidak ada masalah karena kami berterima kasih sudah ada green light untuk itu, maka saya sudah meminta untuk segera dihidupkan kembali kan harus dibuat feasibility study [dan] Amdal,” tutupnya.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































