Menuju konten utama

Menkes Bantah RS Asing Buka di RI Khusus Layani Warga Tertentu

Budi Gunadi berharap kehadiran rumah sakit asing di Indonesia berpotensi membuka lapangan kerja baru di bidang kesehatan.

Menkes Bantah RS Asing Buka di RI Khusus Layani Warga Tertentu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/2/2025). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, membantah tujuan kebijakan memberikan izin rumah sakit asing membuka cabang di Indonesia, demi memenuhi kepentingan kelompok masyarakat tertentu.

Budi kembali menegaskan bahwa rumah sakit asing boleh buka cabang di Indonesia dilakukan demi masyarakat Indonesia, terkhusus mereka yang jauh dari akses fasilitas pelayanan kesehatan.

"Ya kenapa? Kita membiarkan masyarakat kita sengsara dengan fasilitas kesehatan yang jelek, padahal ada fasilitas standar internasional yang bisa kita bikin," ungkap Budi usai Rapat Kerja dengan Komisi IX di Kompleks MPR/DPR RI, Rabu (16/7/2025).

Selain dari sektor kesehatan, rumah sakit asing di Indonesia berpotensi membuka lapangan kerja baru bagi angkatan kerja di bidang kesehatan. Dia berharap dengan adanya rumah sakit asing masyarakat Indonesia semakin terdidik dalam bidang medis hingga pelayanan kesehatan.

"Hasil sampingannya, yang prioritas keduanya, itu menciptakan lapangan pekerjaan yang sangat baik, bagi ratusan ribu tenaga kesehatan," kata Budi.

Budi kembali mengungkap alasan Presiden Prabowo Subianto membuka pintu rumah sakit asing untuk membuka cabang di Indonesia. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh tingginya Warga Negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri.

Budi membeberkan data bahwa hingga saat ini, setiap tahunnya terdapat 2 juta WNI yang pergi ke luar negeri untuk berobat.

"Masyarakat Indonesia sekarang akses kesehatannya sulit, buktinya 2 juta (WNI) ke luar negeri," kata Budi.

Dia menjelaskan mengapa masyarakat Indonesia lebih memilih ke luar negeri daripada berobat di dalam negeri. Salah satu penyebabnya adalah faktor biaya yang dinilai lebih terjangkau. Hal itu pula yang menjadi perhatian Prabowo sehingga dia mengizinkan rumah sakit asing buka cabang di Indonesia.

"Nah, yang Pak Prabowo sampaikan, karena beliau memperhatikan bahwa masyarakat kita kenapa keluar negeri? Karena dia mencari aksesnya mudah, kualitasnya bagus, dan harganya terjangkau," ujarnya.

Baca juga artikel terkait RUMAH SAKIT atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Bayu Septianto