Menuju konten utama

Menhan: Kapal Induk TNI AL Garibaldi akan Tiba di Indonesia 2026

Sjafrie mengaku kapal akan dimodifikasi lebih dulu di PT PAL sebelum dipakai, tetapi tidak menjelaskan secara rinci bagian apa saja yang akan dimodifikasi.

Menhan: Kapal Induk TNI AL Garibaldi akan Tiba di Indonesia 2026
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memastikan calon kapal induk TNI AL, Giuseppe Garibaldi, akan tiba di Indonesia pada tahun 2026. Akan tetapi, calon kapal induk tersebut akan dimodifikasi sesuai kebutuhan pertahanan Indonesia oleh PT PAL sebelum digunakan.

"Insyaallah Garibaldi akan datang di Indonesia tahun 2026 tapi kita akan merapikan karena kita punya industri PT PAL mampu untuk merapikan (kapal induk)," kata Sjafrie saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/3/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Namun demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci bagian apa saja yang akan dimodifikasi dari kapal induk tersebut.

Dia hanya memastikan pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk memodifikasi kapal tersebut di PT. PAL.

"Untuk anggaran tanya sama Dirjen Renhan (Perencanaan Pertahanan) ya, tapi saya memutuskan. Jadi, kalau dibilang efisien, efektif, saya siap," jelas dia.

Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan Indonesia direncanakan mendapatkan kapal induk pertama, yakni Giuseppe Garibaldi, secara hibah dari pemerintah Italia.

Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri, itu sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan angkatan laut Italia.

Rico melanjutkan, penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (13/2).

Hingga saat ini, proses negoisasi dan administrasi masih berlangsung antara Kementerian Pertahanan RI dan pihak Italia.

Setelah proses negoisasi dan kelengkapan administrasi selesai, TNI AL baru akan melakukan penyesuaian teknologi kapal induk agar sesuai dengan kebutuhan TNI.

Baca juga artikel terkait KAPAL

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher