tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,8 triliun dalam pembahasan pagu anggaran 2027. Tambahan dana tersebut dibutuhkan untuk mendukung berbagai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang belum tercakup dalam pagu indikatif yang diterima kementerian tersebut.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan usulan tambahan anggaran diajukan karena sejumlah kebutuhan persiapan haji 2027 belum masuk dalam alokasi anggaran awal.
“Ada penyesuaian anggaran. Ada sekitar Rp1,8 triliun. Karena persiapan haji belum dianggarkan pada pagu 2027 kemarin. Jadi kita ajukan Rp1,8 tambahan untuk persiapan haji,” kata Gus Irfan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurut dia, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan persiapan penyelenggaraan haji, baik di dalam negeri maupun untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) Kementerian Haji.
“Persiapan segala macam. Persiapan dalam negeri, termasuk juga sebagian untuk penyiapan SDM kita,” ujarnya.
Ia mengakui kementeriannya yang baru berdiri masih menghadapi keterbatasan personel. Oleh karena itu, sebagian anggaran tambahan akan dialokasikan untuk melengkapi kebutuhan SDM kementerian tersebut.
“Karena SDM kita belum lengkap, kemarin kita masih tambal sulam, sekarang kita mau lengkapi semuanya,” tutur Irfan.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































