Menuju konten utama

Menhaj akan Perbaiki Layanan Kesehatan & Penanganan Jemaah Mina

Irfan menuturkan evaluasi resmi penyelenggaraan haji baru akan dilakukan setelah seluruh proses ibadah dan pemulangan jemaah selesai dilaksanakan.

Menhaj akan Perbaiki Layanan Kesehatan & Penanganan Jemaah Mina
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Minggu (31/5/2026). FOTO/Tim MCH 2026

tirto.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengaku akan memperbaiki pelaksanaan layanan kesehatan bagi jemaah haji serta penanganan jemaah di Mina. Sebab, dia melihat kedua aspek tersebut belum memuaskan. Ia memastikan kedua aspek itu akan menjadi perhatian utama pemerintah dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini meski rangkaian ibadah haji masih berlangsung dan belum ada evaluasi menyeluruh.

“Pertama tentu soal persiapan kesehatan kita masih jauh dari memuaskan. Karena itu, tahun ini kita akan lebih perbaiki. Yang kedua tentang penanganan kita di Mina,” kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurut dia, kondisi Mina yang memiliki keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan terhadap jemaah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah akan menyiapkan langkah perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun depan.

“Mina daerah yang termasuk lokasinya kecil sehingga kemarin kita agak kurang memuaskan dan tahun depan kita akan perbaiki,” ujarnya.

Irfan menuturkan evaluasi resmi penyelenggaraan haji baru akan dilakukan setelah seluruh proses ibadah dan pemulangan jemaah selesai dilaksanakan. Kemudian, terkait laporan pelaksanaan haji tahun 2026 dalam rapat kerja bersama DPR, Irfan menegaskan agenda tersebut belum dibahas.

Ia menambahkan pemerintah masih menunggu seluruh tahapan haji rampung sebelum melakukan evaluasi komprehensif.

“Hari ini tidak mengagendakan itu, nanti akan ada agenda tersendiri. Menunggu proses haji selesai nanti,” ucap Irfan.

Dalam upaya memperbaiki layanan kesehatan jemaah, Gus Irfan mengatakan kementeriannya akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Meskipun Pusat Kesehatan Haji kini telah berada di bawah Kementerian Haji, pelaksanaan layanan kesehatan di embarkasi maupun daerah masih melibatkan Kemenkes.

“Pasti kita akan dikoordinasi dengan mereka. Walaupun Pusat Kesehatan Haji sudah masuk ke Kementerian Haji, tapi pelaksanaannya di embarkasi maupun di daerah-daerah masih terkait dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan,” tutur Irfan.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Andrian Pratama Taher