Menuju konten utama

Mengenal INMOTION dan Inovasi Teknologi Electric Unicycle

Intip inovasi teknologi INMOTION dalam electric unicycle, kendaraan roda satu yang praktis untuk mobilitas harian dan penggunaan ekstrem di medan off-road.

Mengenal INMOTION dan Inovasi Teknologi Electric Unicycle
Ilustrasi electric unicycle. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Electric unicycle INMOTION menjadi pilihan kendaraan listrik roda satu yang super praktis. Menawarkan pengalaman berkendara yang unik, electric unicycle atau EUC ini hadir dengan teknologi modern dan sederet fitur canggih. Lalu, seperti apa INMOTION inovasi teknologi ini?

Electric unicycle (EUC) termasuk kendaraan listrik roda satu yang memang dirancang sebagai alat personal mobility. Berbeda dari sepeda listrik atau skuter listrik, EUC memiliki desain ringkas karena seluruh komponen seperti roda, motor, baterai, dan sistem kontrol terintegrasi dalam satu bodi.

Jadi, kendaraan ini hanya menggunakan satu roda sebagai tumpuan yang sudah dilengkapi teknologi self-balancing. Teknologi ini memungkinkan EUC bisa menjaga keseimbangan secara otomatis saat dikendarai.

Dalam penggunaannya, pengendara cukup berdiri di atas pedal khusus yang berada di kedua sisi roda, lalu mengendalikannya dengan bantuan kaki dan mengatur posisi tubuh.

Electric unicycle pun sudah banyak digunakan di Indonesia walau mungkin belum sepopuler sepeda atau motor listrik. Salah satu merek EUC yang cukup populer adalah INMOTION yang sudah meluncurkan beberapa produk EUC ke pasaran.

Teknologi di Balik Electric Unicycle

Ilustrasi electric unicycle

Ilustrasi electric unicycle. FOTO/iStockphoto

INMOTION inovasi teknologi tentunya tak lepas dari sistem electric unicycle itu sendiri. Sebagai sebuah kendaraan, EUC terlihat sederhana karena hanya memiliki satu roda dan ukurannya tergolong sangat ringkas, bahkan mudah dibawa dan disimpan di mana saja.

Meski demikian, di dalamnya terdapat sejumlah sistem elektronik dan mekanik yang bekerja secara bersamaan. Teknologi electric unicycle meliputi banyak komponen, mulai dari sensor, sistem kontrol, motor listrik, hingga baterai sebagai sumber energi.

Gyroscope

Salah satu komponen penting dalam sistem teknologi self-balancing EUC adalah gyroscope. Gyroscope sendiri adalah sensor yang digunakan untuk mengukur gerakan rotasi atau kecepatan sudut suatu benda.

Dalam EUC, sensor ini membantu sistem mengetahui perubahan orientasi kendaraan, termasuk ketika bodi mulai miring. Data atau informasi dari gyroscope ini nantinya diolah oleh sistem kontrol untuk memberikan respons yang membantu EUC tetap seimbang.

Sistem Kontrol

Sistem kontrol juga menjadi elemen penting dalam EUC. Electric unicycle hanya memiliki satu titik kontak dengan permukaan jalan sehingga keseimbangannya harus terus dikoreksi.

Sistem kontrol menerima informasi dari berbagai sensor, termasuk gyroscope, kemudian mengolahnya untuk menentukan respons motor. Ketika kendaraan mulai miring atau kecepatannya berubah, controller dapat mengatur keluaran motor agar kendaraan tetap stabil.

Prinsip ini dijelaskan dalam penelitian berjudul On the Control of Self-Balancing Unicycles. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perubahan kondisi kendaraan, seperti kemiringan dan gerakan roda, perlu dipantau dan direspons oleh sistem kontrol agar kendaraan tidak kehilangan keseimbangan.

Dengan kata lain, kemampuan self-balancing tidak hanya bergantung pada sensor, tapi juga pada bagaimana informasi dari sensor tersebut diproses dan diterjemahkan oleh sistem kontrol menjadi respons yang mampu menjaga keseimbangan.

Motor Listrik dan Baterai

Layaknya kendaraan listrik pada umumnya, EUC juga membutuhkan motor listrik yang berperan sebagai penggerak. Motor listrik inilah yang memungkinkan EUC merespons perintah dari sistem kontrol.

Motor juga menghasilkan tenaga untuk membuat roda berputar lebih cepat atau lebih lambat sesuai input pengendara dan perintah dari sistem kontrol.

Sementara itu, baterai menjadi sumber energi utama yang memasok daya untuk motor dan berbagai komponen elektronik lain pada electric unicycle. Kapasitas baterai biasanya berkaitan dengan seberapa jauh kendaraan dapat digunakan sebelum perlu diisi ulang.

Berbagai komponen tersebut, mulai dari sensor, sistem kontrol, motor, hingga baterai, akan bekerja sebagai satu kesatuan dalam EUC. Sensor membaca kondisi kendaraan, sistem kontrol mengolah informasi tersebut, motor memberikan respons, dan baterai menyediakan energi untuk menjalankan sistem.

Kombinasi elemen-elemen inilah yang memungkinkan kendaraan satu roda seperti electric unicycle dapat bergerak sekaligus mempertahankan keseimbangan ketika dikendarai.

Mengenal Electric Unicycle INMOTION

INMOTION V14

Unicycle elektrik INMOTION V14. (FOTO/inmotionworld.com)

INMOTION merupakan salah satu produsen kendaraan personal mobility listrik yang juga memiliki lini electric unicycle. Produk-produknya pun sudah masuk ke Indonesia dan cukup menyita perhatian para pencinta unicycle.

Produk EUC dari INMOTION tentunya sudah dilengkapi berbagai fitur canggih. INMOTION inovasi teknologi yang dikembangkan pada produk EUC dirancang untuk meningkatkan performa, kenyamanan, dan keamanan penggunanya.

Produk EUC INMOTION juga mencakup berbagai model, baik untuk penggunaan sehari-hari di jalan raya maupun berkendara off-road dengan jalur yang lebih menantang.

Salah satu contoh produk yang menggambarkan inovasi INMOTION dalam lini EUC adalah INMOTION V14 yang diciptakan sebagai kendaraan petualang. INMOTION V14 dikembangkan dengan performa tinggi agar mampu melibas medan berat.

INMOTION bahkan menempatkan V14 sebagai EUC off-road dengan kemampuan mendaki hingga kemiringan 50° serta gaya traksi roda hingga 850 N.

Teknologi INMOTION V14

INMOTION V14
Unicycle elektrik INMOTION V14. (FOTO/inmotionworld.com)

INMOTION V14 menunjukkan bagaimana berbagai teknologi dapat dipadukan dalam sebuah EUC untuk menghasilkan performa sekaligus menjaga kenyamanan dan kendali saat berkendara.

INMOTION inovasi teknologi pada model V14 ini mencakup Raptor Controller, sistem pengendali yang dikembangkan sendiri oleh INMOTION.

Controller ini menggunakan 42 MOSFET yang memiliki toleransi tegangan tinggi hingga 200 V serta desain substrat aluminium dua lapis untuk membantu pembuangan panas.

INMOTION juga menyebut sistem tersebut mampu memberikan respons daya yang cepat, sehingga respons akselerasi dan deselerasi dapat dibuat lebih intuitif.

V14 menggunakan C40 magnetic steel motor dengan daya nominal 4.000 W dan daya puncak 9.000 W. EUC ini diklaim mampu menghasilkan gaya traksi roda hingga 850 N untuk membantu kendaraan melewati tanjakan hingga 50°.

INMOTION V14 terdiri dari tiga varian, yaitu V14 50GB dan V14 50s yang memiliki kecepatan maksimum 70 km/jam dan torsi 230 Nm, lalu ada V12 Pro yang punya top speed mencapai sekitar 80 km/jam serta torsi 276 Nm. Ketiganya bisa menempuh jarak hingga sekitar 120 km.

Untuk sumber energinya, V14 dibekali baterai Samsung berkapasitas 2.400 Wh dengan tegangan 134 V yang menggunakan sel berdaya tinggi. INMOTION juga membekali model ini dengan fitur quick-release battery sehingga baterai dapat dilepas tanpa harus membongkar controller.

Sistem ini bisa mempermudah penggantian baterai cadangan sekaligus membantu proses perawatan. V14 juga mendukung pengisian cepat hingga 16 A, dengan waktu pengisian sekitar satu jam menggunakan charger 16 A serta sekitar tujuh jam dengan pengisian daya standar.

Suspensi progresif turut disematkan pada V14. INMOTION menggunakan pegas berbahan alloy yang diklaim memiliki ketahanan terhadap kelelahan dan stress relaxation, dengan karakteristik berbeda pada bagian depan dan belakang.

Bagian depan memiliki kekakuan 600 lbs/in untuk memberikan respons yang lebih lembut ketika melewati permukaan yang tidak rata, sedangkan bagian belakang memiliki kekakuan 970 lbs/in untuk membantu memberikan rebound pada medan off-road yang lebih berat.

Tips Memilih Electric Unicycle

Ilustrasi electric unicycle

Ilustrasi electric unicycle. FOTO/iStockphoto

Tertarik menggunakan electric unicycle? Sebelum membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Spesifikasi utama seperti kecepatan, kapasitas baterai, jarak tempuh, hingga fitur keselamatan harus jadi poin pertimbangan agar EUC yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.

1. Sesuaikan Kecepatan dengan Pengalaman Pengguna

Untuk pemula, sebaiknya tidak langsung memilih EUC berperforma tinggi. Pilih EUC untuk penggunaan ringan atau mobilitas sehari-hari yang memiliki kecepatan maksimal sekitar 20–50 km/jam. Jika sudah pro, EUC berperforma tinggi maupun EUC off-road bisa dijadikan pilihan.

Sebagai gambaran, model pemula seperti INMOTION E20 atau V6 memiliki kecepatan maksimum sekitar 20–25 km/jam, ada juga V8S dengan top speed sekitar 35 km/jam. Sementara model performa tinggi seperti V14 bisa mencapai kecepatan maksimum 70 km/jam.

2. Pilih Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh Sesuai Jarak Perjalanan

Kapasitas baterai berkaitan dengan jarak tempuh. Semakin besar kapasitas baterai, semakin besar pula jarak tempuh EUC. Namun, konsumsi energi juga bisa dipengaruhi faktor lain seperti kecepatan, berat pengendara, medan, hingga gaya berkendara.

EUC untuk perjalanan pendek bisa menggunakan baterai sekitar 200–800 Wh, sedangkan untuk perjalanan lebih jauh bisa memilih EUC dengan kapasitas baterai lebih besar.

INMOTION E20 menggunakan baterai 240 Wh dengan jarak tempuh kurang lebih 30 km sehingga cocok untuk perjalanan jarak dekat, sementara V14 memiliki baterai 2.400 Wh dengan jarak tempuh mencapai 120 km yang lebih cocok untuk perjalanan jarak jauh.

3. Perhatikan Daya Motor

Daya motor dalam satuan watt memberikan gambaran kemampuan penggerak. Untuk penggunaan santai di area datar atau jalanan perkotaan, motor dengan daya rendah seperti 900 W sudah sangat memadai.

Sementara itu, pengguna yang sering melewati tanjakan atau medan off-road dapat mempertimbangkan model dengan daya dan torsi lebih tinggi, contohnya INMOTION V14 yang punya daya 4.000 W dan daya puncak 9.000 W, serta diklaim mampu berjalan di kemiringan hingga 50°.

4. Perhatikan Suspensi jika Sering Melewati Jalan Tidak Rata

Jika EUC akan digunakan di jalan yang tidak rata atau medan off-road, pertimbangkan model yang dilengkapi suspensi memadai. Suspensi dapat membantu meredam benturan dan membuat kendaraan lebih nyaman sekaligus lebih mudah dikendalikan.

Sebagai contoh, INMOTION inovasi teknologi suspensi pada V14 sudah menggunakan sistem progressive suspension dengan karakteristik pegas berbeda pada bagian depan dan belakang untuk menyesuaikan respons terhadap medan.

5. Cek Fitur-Fitur Pelengkapnya

Jangan mengabaikan fitur-fitur pelengkap yang menunjang kenyamanan dan keselamatan. Pastikan EUC sudah memiliki fitur perlindungan baterai, lampu, hingga rating perlindungan terhadap air dan debu.

Beberapa model EUC sudah dilengkapi juga dengan fitur konektivitas dengan smartphone, memiliki Bluetooth speaker, hingga fitur fast charging yang memudahkan proses pengisian daya.

6. Sesuaikan Berat dan Ukuran dengan Kebutuhan

EUC berkapasitas besar dan berperforma tinggi biasanya lebih berat. Sebagai gambaran, INMOTION E20 memiliki bobot sekitar 13,6 kg, sedangkan V14 mencapai 39 kg.

Jadi, jika EUC perlu sering diangkat ke tangga, dimasukkan ke kendaraan, atau dibawa masuk ke ruangan, model yang lebih ringan pastinya jauh lebih praktis. Sebaliknya, bobot yang lebih besar biasanya datang bersama baterai, motor, dan konstruksi yang lebih kuat untuk kebutuhan performa tinggi.

Itulah penjelasan terkait INMOTION inovasi teknologi di lini electric unicycle. EUC memberikan pengalaman berkendara yang unik, lebih praktis, tapi tetap menawarkan performa yang tak kalah dengan kendaraan listrik lain sehingga cocok untuk penggunaan harian.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait KENDARAAN LISTRIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Otomotif
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani