Menuju konten utama

Berapa Biaya Penggantian Baterai Motor dan Mobil Listrik?

Ketahui biaya penggantian baterai motor dan mobil listrik, kapan waktunya harus ganti, serta tips merawatnya agar baterai lebih awet dan berumur panjang.

Berapa Biaya Penggantian Baterai Motor dan Mobil Listrik?
Ilustrasi baterai mobil listrik. FOTO/cheryarjuna.co.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Biaya penggantian baterai listrik wajib diketahui oleh pemilik kendaraan ramah lingkungan ini, termasuk mereka yang baru akan membeli motor/mobil listrik. Dengan mengetahui biayanya, pengguna dapat melakukan perencanaan keuangan dengan lebih matang.

Tren penggunaan motor maupun mobil listrik memang cukup berkembang pesat di Indonesia. Hal ini didukung oleh hadirnya kendaraan listrik yang beragam serta kebijakan insentif atau subsidi dari pemerintah.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kendaraan ramah lingkungan juga berperan dalam peningkatan penjualan mobil dan motor listrik. Meski demikian, tak sedikit yang masih ragu beralih ke kendaraan listrik karena belum paham cara perawatannya, termasuk biaya penggantian baterai.

Baterai berfungsi layaknya “jantung” bagi kendaraan listrik. Baterai juga merupakan komponen paling vital sekaligus dianggap paling mahal sehingga perawatannya benar-benar harus diperhatikan.

Ada banyak jenis baterai listrik yang digunakan pada kendaraan. Namun, motor dan mobil listrik modern umumnya sudah menggunakan jenis baterai lithium yang dikenal ringan, memiliki kepadatan energi tinggi, efisien, dan lebih tahan lama.

Tips Merawat Baterai Motor/Mobil Listrik dan Kapan Harus Ganti

ilustrasi mobil listrik

Ilustrasi mobil listrik. FOTO/iStockphoto

Kapan penggantian baterai listrik dilakukan? Baterai motor atau mobil listrik biasanya perlu diganti ketika sudah mengalami penurunan performa atau mengalami kerusakan.

Tanda-tandanya meliputi:

  • Kapasitas baterai yang menurun signifikan.
  • Jarak tempuhnya menurun dan tidak bisa mencapai kecepatan yang seharusnya.
  • Waktu atau durasi pengisian jadi lebih lambat.
Perlu diketahui bahwa baterai motor dan mobil listrik memiliki umur pakai yang terbatas dan performanya bisa turun seiring waktu dan siklus pengisian. Selain itu, cara pengisian daya, kebiasaan berkendara, hingga frekuensi penggunaan juga bisa berpengaruh pada daya tahan baterai.

Masa pakai baterai listrik tentunya bisa berbeda-beda. Secara umum, baterai motor listrik memiliki usia pakai sekitar 3–8 tahun, sementara mobil listrik bisa mencapai 8–15 tahun, semuanya tergantung pemakaian dan teknologi baterai yang digunakan.

Baterai yang tidak dirawat dengan tepat bisa saja mengalami drop lebih awal dan kehilangan fungsinya sehingga harus diganti. Oleh karena itu, pengguna wajib memahami cara merawat baterai kendaraan listrik serta mengetahui biaya penggantian baterai ketika diperlukan. Berikut beberapa tips merawat baterai listrik:

1. Jangan Tunggu Baterai 0%

Hindari menggunakan kendaraan listrik sampai baterainya benar-benar habis atau 0%. Pengisian daya sebaiknya segera dilakukan sebelum baterai berada di bawah 20%.

Kondisi baterai yang terlalu sering dibiarkan di bawah 20% dapat membuat tegangan turun dan berpengaruh juga pada kapasitas penyimpanan energi. Idealnya, pengisian dilakukan secara teratur tanpa menunggu baterai benar-benar kosong.

Dikutip dari situs Nissan, pengisian daya sekitar dua hari sekali termasuk interval waktu yang ideal. Cara ini membantu menjaga stabilitas daya tanpa membuat baterai bekerja terlalu ekstrem sehingga umur pakainya bisa lebih panjang.

2. Hindari Mengisi Baterai Sampai 100%

Kebiasaan mengisi baterai sampai penuh atau 100% memang terlihat aman, tapi jika dilakukan terlalu sering justru bisa mempercepat penurunan kapasitas. Setiap baterai memiliki batas siklus pengisian, dan mengisi hingga penuh secara terus-menerus dapat membuat siklus tersebut lebih cepat berkurang.

Sebagai alternatif, sebaiknya isi baterai di kisaran 80% atau 90% untuk penggunaan sehari-hari. Angka ini sudah cukup untuk mobilitas normal dan kesehatan baterai bisa lebih terjaga.

Mesin Mobil listrik

Ilustrasi mobil listrik. foto/istockphoto

3. Utamakan Metode Slow Charging

Beberapa kendaraan listrik sudah dilengkapi fitur fast charging yang bisa mempersingkat waktu pengisian daya. Meski sangat praktis, fast charging menggunakan arus listrik yang lebih tinggi, dan bila dilakukan secara terus-menerus dapat menurunkan performa sel baterai.

Oleh karena itu, slow charging lebih disarankan untuk penggunaan rutin. Meski membutuhkan waktu lebih lama, metode ini lebih “ramah” bagi komponen baterai.

4. Gunakan Charger Resmi

Charger yang tidak asli dari pabrikan sering ditawarkan dengan harga lebih murah, tapi tentu kualitas dan keamanannya tidak terjamin. Perbedaan standar produksi bisa berdampak pada stabilitas arus listrik yang masuk ke baterai, dan dalam kasus tertentu dapat memicu kerusakan serius.

Menggunakan charger resmi dari pabrikan adalah langkah paling aman untuk menjaga kendaraan dan komponen-komponennya, termasuk baterai. Perangkat original sudah dirancang sesuai spesifikasi baterai sehingga risiko seperti korsleting atau panas berlebih dapat diminimalkan.

5. Usahakan Selalu Parkir di Tempat Sejuk/Teduh

Suhu lingkungan juga bisa berpengaruh pada kesehatan baterai listrik. Jika kendaraan sering diparkir di bawah terik matahari langsung, sistem pendingin baterai akan bekerja ekstra untuk menjaga suhu tetap stabil.

Jika kondisi ini terus berulang dalam jangka panjang, maka performa baterai bisa cepat berkurang. Untuk menghindarinya, usahakan selalu memilih area parkir yang teduh. Gedung parkir tertutup atau basement menjadi pilihan terbaik karena suhunya relatif lebih stabil.

Jika tidak tersedia, cari lokasi luar ruangan yang masih terlindungi, misalnya di bawah pepohonan atau kanopi bangunan agar paparan panas matahari tidak langsung mengenai kendaraan.

Biaya Ganti Baterai Motor Listrik

batrai motor listrik

Ilustrasi baterai motor listrik. foto/istockphoto

Biaya penggantian baterai harus menjadi salah satu hal patut dipertimbangkan sebelum membeli motor listrik. Harga ganti baterai bisa sangat bervariasi, tergantung pada jenis baterai, kapasitas (kWh), serta merek motor yang digunakan.

Dikutip dari laman Polytron, biaya penggantian baterai motor listrik berada di kisaran Rp7.000.000 sampai Rp18.000.000.

Meski terdengar mahal, baterai motor listrik sebenarnya dirancang agar dapat digunakan dalam jangka waktu lama. Rata-rata baterai lithium memiliki usia pakai sampai 8 tahun, tergantung pola penggunaan dan cara perawatannya.

Jika pemilik rutin menjaga kondisi baterai, seperti menghindari overcharging dan tidak membiarkan daya terlalu sering habis total, performa baterai dapat bertahan lebih optimal dan penggantian baterai tidak perlu dilakukan dalam waktu dekat.

Selain harga baterai itu sendiri, biaya penggantian juga bisa mencakup jasa pemasangan dan pengecekan sistem kelistrikan kendaraan. Oleh sebab itu, pengguna disarankan melakukan penggantian di bengkel resmi agar kualitas baterai serta proses pemasangannya lebih aman.

Menariknya, beberapa produsen motor listrik kini menawarkan sistem sewa baterai untuk menekan biaya kepemilikan. Dengan sistem ini, pengguna hanya perlu membeli unit motornya dan cukup membayar biaya langganan sesuai aturan pabrikan.

Biaya sewa baterai juga bervariasi tergantung kebijakan produsen, tapi umumnya berada di kisaran Rp125.000 hingga Rp300.000 per bulan. Skema sewa baterai ini pun dinilai lebih praktis sekaligus membantu mengurangi beban biaya penggantian baterai di masa depan.

Biaya Ganti Baterai Mobil Listrik

Baterai mobil listrik Toyota bZ4X

Ilustrasi baterai mobil listrik. FOTO/toyota.astra.co.id

Sama seperti pada motor listrik, biaya penggantian baterai dapat bervariasi, tergantung merek, kapasitas baterai, serta jenis kendaraan yang digunakan. Namun, biaya penggantian baterai pada mobil listrik tentunya lebih mahal dibandingkan motor.

Menurut situs SEVA dari PT Astra Auto Digital, estimasi biaya penggantian baterai mobil listrik berada di kisaran antara Rp50 juta hingga Rp300 juta. Beberapa model mobil listrik bahkan bisa memiliki biaya penggantian baterai yang mendekati setengah harga mobilnya.

Sebagai contoh, biaya ganti baterai Wuling Air EV bisa mencapai sekitar RP100 jutaan, sementara harga unitnya sendiri ada di angka Rp214 jutaan (OTR Jakarta).

Jaecoo J5 yang mobilnya dijual dengan harga Rp279–309 jutaan, memiliki biaya penggantian baterai mencapai Rp174 juta. Sementara untuk Jaecoo J7 SHS yang harga mobilnya lebih mahal, biaya penggantiannya sekitar Rp106 jutaan karena kapasitas baterainya lebih kecil.

Meski terkesan mahal, pengguna mobil listrik tidak perlu terlalu khawatir karena sebagian besar produsen EV saat ini sudah memberikan garansi baterai yang cukup panjang dan bisa mencapai 8 tahun (tergantung kebijakan produsen).

Artinya, biaya penggantian baterai biasanya masih ditanggung oleh produsen asalkan masa garansi masih berlaku dan penggunaan mobil listrik sesuai dengan ketentuan pabrikan.

Demikian penjelasan terkait biaya penggantian baterai motor dan mobil listrik. Biayanya memang tergolong tinggi, karena itu para pemilik kendaraan sangat dianjurkan untuk merawat baterai dengan tepat dan menggunakan motor/mobil listrik sesuai ketentuan agar lebih mudah klaim garansi saat diperlukan.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait MOTOR LISTRIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani