Menuju konten utama

Rekomendasi Motor Trail Terbaik 2026 Cocok untuk Pemula

Simak rekomendasi motor trail terbaik untuk pemula, lengkap dengan keunggulan, kisaran harga, & tips memilih motor trail yang cocok untuk belajar off-road.

Rekomendasi Motor Trail Terbaik 2026 Cocok untuk Pemula
ilustrasi motor trail. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tertarik mencoba sensasi berkendara di jalur off-road? Sebelum menaklukkan medan ekstrem, pastikan untuk memilih motor trail yang tepat. Saat in, ada beberapa rekomendasi motor trail untuk pemula yang cocok digunakan melewati tanjakan maupun jalanan berlumpur dan berbatu.

Hobi off-road tetap diminati oleh sebagian orang karena menawarkan sensasi berkendara yang berbeda, mulai dari melintasi jalur tanah, bebatuan, tanjakan, hingga medan berlumpur yang tentunya sulit ditaklukkan motor biasa.

Namun, untuk menikmati pengalaman tersebut dengan aman dan nyaman, kita tentunya memerlukan motor trail yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Jika masih pemula dan benar-benar baru di dunia off-road, memilih motor trail tentu tidak bisa sembarangan.

Tips Memilih Motor Trail untuk Pemula

ilustrasi motor trail

ilustrasi motor trail. foto/istockphoto

Memilih motor trail pertama sebaiknya mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kapasitas mesin hingga bobot motor. Berikut beberapa kriteria yang sebaiknya diperhatikan sebelum membeli motor trail:

1. Kapasitas Mesin Sesuai Kemampuan

Motor trail bermesin 150 cc umumnya cocok bagi para pemula yang baru belajar. Mesin 150 cc sudah cukup bertenaga untuk melewati tanjakan, jalur tanah, maupun bebatuan, tapi juga tidak terasa terlalu agresif.

Jika sudah berpengalaman dengan motor kopling, motor trail dengan kapasitas lebih tinggi seperti 230–250 cc bisa dijadikan pilihan karena menawarkan performa yang lebih tinggi.

2. Utamakan Bobot Motor Ringan

Bobot motor sangat berpengaruh saat belajar teknik off-road. Motor yang lebih ringan akan lebih mudah dikendalikan ketika bermanuver di jalur sempit, melewati tikungan, atau saat harus menahan keseimbangan di tanjakan.

Selain itu, pemula juga akan lebih mudah mengangkat motor apabila terjatuh di jalur berlumpur atau berbatu. Sebagai gambaran, motor trail dengan bobot sekitar 100–140 kg umumnya terasa lebih enteng bagi pemula dibanding model lain yang jauh lebih berat.

3. Perhatikan Tinggi Jok

Tinggi jok yang sesuai membuat pengendara lebih percaya diri. Idealnya, setidaknya ujung kedua kaki dapat menyentuh permukaan tanah saat motor berhenti. Jika jok terlalu tinggi, pengendara akan lebih sulit menjaga keseimbangan dan berisiko kehilangan kontrol.

4. Suspensi yang Mumpuni

Suspensi menjadi salah satu komponen terpenting pada motor trail karena berfungsi meredam benturan saat melewati jalanan yang berat. Motor dengan suspensi depan tipe upside down atau inverted fork serta suspensi belakang monoshock umumnya memiliki stabilitas yang baik.

Beberapa model juga menyediakan pengaturan preload atau dapat diatur sehingga karakter suspensi dapat disesuaikan dengan bobot pengendara maupun kondisi medan.

5. Sesuaikan dengan Anggaran

Harga motor trail sangat bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta. Motor trail dengan mesin 150 cc umumnya dibanderol dengan harga sekitar Rp20–60 juta (bisa lebih mahal, tergantung dengan fitur yang diusung). Jika ingin lebih murah, bisa pertimbangkan membeli motor trail bekas atau second.

Namun, sebelum membeli motor bekas, pastikan untuk memeriksa kondisi mesin, rangka, suspensi, kelistrikan, serta riwayat servis agar tidak mengeluarkan biaya perbaikan yang besar di kemudian hari.

Rekomendasi Motor Trail untuk Pemula dan Harganya

ilustrasi motor trail:

ilustrasi motor trail. foto/istockphoto

Di bawah ini merupakan beberapa rekomendasi motor trail yang cocok untuk pemula beserta kisaran harganya. Perlu diketahui bahwa harga motor baru merupakan harga OTR Jakarta dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan produsen maupun dealer.

Sementara itu, harga motor bekas hanya bersifat perkiraan dan dapat berbeda-beda tergantung wilayah, tahun produksi, kondisi motor, riwayat perawatan, serta kelengkapan surat-surat kendaraan.

1. Kawasaki KLX 150

Kawasaki KLX150 adalah motor dual purpose yang hadir dengan mesin 144 cc 4-tak, 1 silinder SOHC berpendingin udara, dan transmisi manual 5 percepatan. Mesin ini memiliki tenaga maksimum 8,6 kW pada 8.000 rpm serta torsi puncak 11,3 Nm pada 6.500 rpm.

Kelebihan Kawasaki KLX150 sehingga cocok untuk pemula:

  • Bobot motor relatif ringan, yaitu 118 kg, sehingga lebih mudah dikendalikan saat bermanuver atau saat harus mengangkat motor setelah jatuh di jalur off-road.
  • Berdesain ramping dengan sasis ringan
  • Dilengkapi suspensi inverted fork berdiameter 35 mm di bagian depan serta suspensi belakang Uni Trak, lengkap dengan preload pegas yang bisa diatur.
  • Tangki bahan bakar 6,9 liter yang memadai untuk perjalanan trail.
  • Dirancang sebagai motor dual purpose sehingga dapat digunakan untuk aktivitas harian di jalan raya sekaligus menjelajah jalur off-road.
  • Tinggi jok 865 mm, cocok bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 160–175 cm
Harga motor trail Kawasaki KLX150: Rp38.600.000

Harga bekas: Rp17.000.000–Rp32.000.000

2. Honda CRF150L

Rekomendasi motor trail berikutnya adalah Honda CRF150L, motor dual purpose yang mengandalkan mesin 149,15 cc, 4-langkah, SOHC satu silinder dengan sistem PGM-FI, transmisi 5-percepatan, dan pendingin udara.

Tenaga yang dihasilkan motor ini mencapai 9,51 kW pada putaran 8.000 rpm, sedangkan torsi maksimum mencapai 12,43 Nm pada 6.500 rpm.

Kelebihan Honda CRF150L sehingga cocok untuk pemula:

  • Bobot relatif ringan (122 kg) sehingga mudah dikendalikan oleh pemula saat belajar teknik dasar off-road.
  • Suspensi depan bertipe inverted telescopic front suspension (37 mm) sedangkan bagian belakang bertipe pro-link suspension system, tergolong stabil dan mampu menyerap guncangan dengan baik.
  • Tangki bahan bakar 7,2 liter, cukup besar untuk menjelajah jalur trail yang panjang.
  • Tinggi jok 869 mm, cocok bagi pengguna yang memiliki tinggi sekitar 160–175 cm
Harga motor trail Honda CRF150L: Rp38.905.000

Harga bekas: Rp25.000.000–Rp33.000.000

Motor KLX 150

Motor KLX 150. foto/https://www.kawasaki-motor.co.id/id-id/sepeda-motor/klx/dual-purpose-150/klx-150

3. Yamaha WR155R

Yamaha WR155R merupakan motor dual purpose yang dibekali mesin 155,09 cc, 4-langkah, SOHC, 4 katup, berpendingin cairan, lengkap dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA), dan transmisi 6-percepatan.

Motor ini menghasilkan daya maksimum 12,3 kW pada 10.000 rpm, sedangkan torsi puncaknya mencapai 14,3 Nm pada 6.500 rpm.

Kelebihan Yamaha WR155R yang cocok untuk pemula:

  • Berbobot 134 kg yang masih cukup mudah dikendalikan oleh pemula.
  • Suspensi depan teleskopik 41 mm mampu memberikan pengendalian yang lebih baik, sementara suspensi belakang dapat disetel dengan tipe Linked-Type Monocross yang dilengkapi pengaturan preload.
  • Mesin 155 cc masih cocok untuk pemula, lengkap dengan teknologi VVA untuk memberikan performa yang optimal.
  • Kapasitas tangki bahan bakar cukup besar, yaitu 8,1 liter.
  • Menggunakan rangka kokoh semi double cradle frame
  • Tinggi jok 880 mm, cocok untuk pengguna bertubuh tinggi sekitar 170–180 cm
Harga motor trail Yamaha WR155R: Rp41.275.000

Harga bekas: Rp16.000.000–Rp32.000.000

4. Viar Cross X 150

Rekomendasi motor trail berikutnya adalah Viar Cross X 150. Motor ini membawa mesin 149 cc yang mampu menghasilkan tenaga hingga 10,1 ps di putaran 7.500 rpm serta torsi maksimum 9.8 Nm di 7.000 rpm.

Kelebihan Viar Cross X 150 sehingga cocok untuk pemula:

  • Mesin 150 cc yang cocok untuk pemula atau baru belajar motor trail.
  • Bobot 104 kg dan masih mudah untuk bermanuver maupun saat harus mengangkat motor setelah terjatuh.
  • Suspensi depan upside down (USD), sedangkan suspensi belakang menggunakan monoshock unitrack system
  • Harga lebih terjangkau dibanding motor trail 150 cc lainnya.
Harga motor trail Viar Cross X 150: Rp20.580.000

Harga bekas: Rp12.000.000–Rp16.000.000

5. Kawasaki KLX230 Sherpa S

Kawasaki KLX230 Sherpa S 2026 termasuk motor dual purpose yang mengusung mesin 233 cc, 4-tak, 1 silinder, SOHC, berpendingin udara dengan transmisi 6-percepatan. Tenaga yang dihasilkan mencapai 13,2 kW pada 8.000 rpm dengan torsi puncak 18,0 Nm pada 6.400 rpm.

Kelebihan Kawasaki KLX230 SHERPA S yang cocok untuk pemula:

  • Jok cukup rendah dengan tinggi 825 mm, cocok bagi pengendara dengan tinggi badan sekitar 160–170 cm.
  • Bobot relatif ringan, yakni 134 kg, sehingga mudah dikendalikan.
  • Suspensi belakang Uni-Trak dilengkapi adjustablespring preload, sehingga dapat disesuaikan dengan bobot pengendara.
  • Tangki bahan bakar 7,6 liter, cukup besar untuk perjalanan trekking atau touring.
  • Lebih bertenaga dibanding motor trail 150 cc, tapi lebih sesuai bagi pemula yang sudah terbiasa mengendarai motor kopling atau ingin naik kelas dari motor trail berkapasitas lebih kecil.
Harga motor trail Kawasaki KLX230 Sherpa S: Rp59.900.000

Harga bekas: Rp50.000.000–Rp55.000.000

Rekomendasi 2 Motor Trail Terbaik untuk Pemula

Honda CRF 150L

Honda CRF 150L Extreme White. (FOTO/astra-honda.com)

Jika masih bingung menentukan pilihan, ada dua motor trail yang layak dipertimbangkan. Satu model cocok untuk penggunaan harian sekaligus sesekali melintasi jalur off-road ringan, sedangkan satu model lainnya lebih ideal untuk menghadapi medan trail yang lebih menantang.

Terbaik untuk Harian dan Sesekali Trail: Honda CRF150L

Honda CRF150L terbilang cocok dijadikan motor trail untuk harian sambil sesekali menjelajah jalur trail ringan hingga menengah. Mesin 149 cc berteknologi PGM-FI tergolong irit dan mudah dirawat, sementara bobotnya yang hanya 122 kg masih cukup ramah bagi pemula.

Posisi berkendara juga nyaman untuk mobilitas harian, baik di jalan perkotaan maupun pedesaan. Tangki 7,2 liter juga sudah memadai untuk mobilitas sehari-hari maupun untuk petualangan.

Motor ini cocok bagi pemula yang baru belajar motor trail, serta pengguna yang lebih banyak berkendara di aspal, tapi sesekali masuk jalur tanah, kebun, atau pegunungan.

Terbaik untuk Off-Road yang Lebih Ekstrem: Kawasaki KLX230 Sherpa S

Motor trail dengan kapasitas mesin lebih besar (250 cc atau lebih tinggi) memang lebih dianjurkan untuk jalur yang lebih ekstrem dan menantang. Namun, untuk kelas pemula, Kawasaki KLX230 Sherpa S sudah cukup memadai.

Mesin 233 cc menghasilkan torsi 18 Nm yang jauh lebih besar dibanding motor trail 150 cc sehingga lebih mudah melewati medan berat, termasuk melewati tanjakan, bebatuan, lumpur, hingga trekking pegunungan.

Bobot 134 kg juga masih tergolong bersahabat untuk pemula. Motor ini pun cocok bagi pengendara pemula yang sudah menguasai motor kopling, serius menekuni hobi trail, dan lebih sering bermain di jalur off-road dibanding jalan raya.

Itulah beberapa rekomendasi motor trail untuk pemula yang cocok dipakai belajar off-road. Memilih motor trail pertama memang bukan sekadar mencari yang paling keren, melainkan mencari yang paling sesuai dengan tingkat kemampuan kita.

Dengan kapasitas mesin yang pas dan bobot yang relatif ringan, deretan motor di atas siap digunakan untuk berpetualang menaklukkan berbagai medan.

Temukan berbagai tips, rekomendasi, info spesifikasi, hingga berita terkini seputar dunia otomotif melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Otomotif

Baca juga artikel terkait MOTOR atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Gearbox
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani