Menuju konten utama

Mendes Minta Izin Minimarket Baru Disetop demi Optimalkan Kopdes

Kebijakan ini dirasa perlu diambil demi melindungi pedagang kelontong desa yang kalah saing akibat ekspansi ritel modern.

Mendes Minta Izin Minimarket Baru Disetop demi Optimalkan Kopdes
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Gedung Kemenkop Pangan, Jakarta, Senin (27/10/2025). tirto.id/Natania Longdong
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengklaim program prioritas Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mampu dihidupkan secara optimal jika pemerintah daerah menyetop penerbitan izin baru untuk minimarket di pedesaan.

Kebijakan ini dirasa perlu diambil demi melindungi pedagang kelontong desa yang kalah saing akibat ekspansi ritel modern.

"Saat di Komisi V itu saya sampaikan, untuk minimarket-minimarket seperti Indomaret, Alfamart, silakan jalan. Saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang saya minta ditutup itu izin baru. Jangan sampai minimarket ini ke desa-desa, dan mematikan usaha-usaha rakyat di desa," ujar Mendes Yandri dalam keterangannya di Kabupaten Serang, Banten, Selasa (24/2/2026).

Penghentian izin minimarket baru dinilai sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto terkait pemerataan ekonomi dari tingkat bawah.

Melalui Kopdes, kata dia, minimal 20 persen keuntungan bakal dikelola menjadi Pendapatan Asli Desa (PAD) dan Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk kesejahteraan rakyat.

"Sekarang, dalam rangka pemerataan ekonomi itu, Koperasi Desa Merah Putih adalah alat jitu dan akurat, untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," ungkap mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Yandri juga menyatakan sinergi penguatan ekonomi desa ini krusial untuk mencegah dampak buruk tingginya laju urbanisasi, seperti ketidakseimbangan demografi yang kini dialami Jepang dan Korea Selatan.

"Maka kami waktu rapat di Komisi V, Presiden kita semua, Pemerintah Daerah, Pak Kades, Pak Camat, semua harus berpihak kepada masyarakat desa. Dengan melakukan afirmasi dan peluang-peluang bisnis yang bisa diambil oleh masyarakat desa," pungkasnya.

Sebelumnya, pada November 2025 Komisi V menghelat rapat dengan Mendes PDT yang salah satunya membahas ihwal ekspansi minimarket hingga ke area pelosok desa. Mendes PDT Yandri Susanto dalam rapat itu mengklaim, luasnya ekspansi minimarket bisa mengancam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Yandri menilai, pembangunan KDMP tidak akan berjalan optimal apabila ekspansi minimarket tak diatur.

"Artinya tidak apple to apple. Mereka sudah sangat besar, sangat monopoli," ujar Yandri saat itu.

Baca juga artikel terkait KOPERASI MERAH PUTIH atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Farida Susanty