tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta stok pangan dan logistik di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatra Barat terjamin untuk tiga bulan ke depan, termasuk selama bulan Ramadan 2026.
Belajar dari pengalaman bencana, menurut Tito, tipisnya persediaan pangan membuat banyak daerah terdampak bencana Sumatra mengalami ancaman kelaparan. Di beberapa daerah, kondisi tersebut memantik kericuhan lantaran masyarakat harus berebut beras yang dibagikan Perum Bulog.
"Kalau kota-kotanya sendiri,baik kota Aceh Tengah, Takengonkemudian Gayo Lues, Bener Meriah,Aceh Tenggara, tidak terdampak. Tapi mereka terkunci,itu membuatwaktu itu awal-awalkesulitan logistik," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pasca Bencana Sumatra, Rabu (18/2/2026).
Bahkan, tutur Tito, masyarakat juga dilaporkan menjarah minimarket pada awal bencana. "Di daerah pegunungan inihampir tidak pernah adasekian puluh tahunbencana seperti inisehingga sistem logistik merekaitu mungkin tiga hari saja langsungitu yang terjadi di Takengonsaat itu sempat akan terjadidemo karenakekurangan logistik," tuturnya.
Tito mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait agar ketersediaan stok logistik dan pangan tetap aman dalam tiga bulan ke depan.
"Kami sudah koordinasi dengan Bapak Menteri Pertanian, Kepala Badan Pangan Nasional, dan juga Bulog agar stok pangan logistik, belajar dari kasus ini, agar distok selama tiga bulan," ucapnya.
Ia juga meminta Perum Bulog mengirimkan minyak goreng secara rutin ke daerah bencana. Pasalnya,
Dalam kesempatan tersebut, Tito menyebut sebanyak 1.205 orang meninggal dunia dan 139 orang dinyatakan hilang di Sumatra akibat bencana berupa banjir bandang dan longsor. Tak hanya itu, 12.994 warga yang mengungsi di tenda hingga saat ini.
"Itu yang meninggal dunia, dalam data kita, adalah 1.205 orang dan yang hilang 139 orang. Pengungsi juga tadinya 2 juta lebih, sekarang menjadi lebih kurang 12.994 yang ada di tenda," ucapnya.
Menurut Tito, jumlah korban meninggal tersebut terdiri atas 267 warga di Sumatra Barat, 376 warga di Sumatra Utara, dan 562 warga di Aceh.
Adapun jumlah orang hilang meliputi 70 orang di Sumatra Barat, 40 orang di Sumatra Utara, dan 29 orang di Aceh. Selain itu, bencana di Sumatra berdampak pada 52 kabupaten/kota, 491 kecamatan, dan 4.511 desa.
"Termasuk kerusakan rumah, baik ringan, sedang, berat, maupun yang hilang. Kemudian fasilitas pendidikan yang rusak, sesuai data," katanya.
"Fasilitas kesehatan, kemudian juga jembatan yang rusak ataupun roboh, fasilitas ibadah, baik masjid maupun gereja, jalan, kemudian fasilitas umum lain, serta tadi, pengungsi," lanjut Tito.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id


































