tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta pelaku usaha memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan ekspor produk lokal.
Menurut Budi, depresiasi rupiah membuat harga produk ekspor Indonesia menjadi lebih murah di pasar internasional sehingga daya saingnya meningkat dibandingkan produk dari negara lain.
"Justru sebenarnya kita ingin mendorong, ya, teman-teman itu untuk meningkatkan ekspor, ekspor produk-produk lokal," tuturnya di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
"Kan ketika rupiah melemah, seharusnya daya saing kita bagus, kan. Harganya kan berarti murah kan di pasar internasional," lanjut dia.
Ia mengatakan, Kemendag telah berkomunikasi dengan para eksportir untuk mendorong optimalisasi ekspor di tengah momentum pelemahan rupiah. Pemerintah juga menggandeng Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) guna mendampingi pelaku usaha dalam memperluas pasar ekspor.
"Nah, kita terus mendorong, kemarin kita juga komunikasi dengan teman-teman eksportir, ya, anak-anak muda, kemudian juga kemarin juga dengan GPEI yang untuk mendorong supaya produk-produk lokal itu dipacu ekspornya. Karena ini kesempatan sebenarnya," urai Budi.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ari Satria juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai pelemahan rupiah dapat menjadi peluang bagi eksportir, terutama produk kreatif lokal, karena transaksi ekspor menggunakan dolar AS sehingga harga produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di luar negeri.
"Saya rasa untuk pelaku ekspor produk kreatif yang tadi 100 persen lokal, seharusnya ini menjadi peluang karena harga barang kita menjadi lebih murah di luar negeri," tuturnya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Ari menyebutkan, produk ekspor Indonesia, khususnya sektor kreatif, telah menembus berbagai pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, Asia Selatan, hingga Eropa. Menurut dia, peluang ekspor akan semakin terbuka apabila pelaku usaha terus mengembangkan produk kreatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar global.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































