tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menargetkan pengujian atau tera ulang terhadap 5.000 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) pada 2027.
"Tahun depan, 5.000 [SPKLU], kami targetkan kita tera atau tera ulang," ucapnya di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Budi menjelaskan, saat ini alat tera dan tera ulang untuk SPKLU masih terbatas karena harganya relatif mahal. Secara nasional, hanya terdapat lima alat pengujian, dengan empat unit dimiliki pemerintah pusat dan satu unit dimiliki Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut dia, proses tera dilakukan untuk memastikan masyarakat menerima jumlah energi listrik sesuai dengan yang dibayarkan saat melakukan pengisian daya di SPKLU. Dengan demikian, konsumen diharapkan tidak perlu khawatir terhadap potensi selisih atau kekurangan energi saat mengisi daya kendaraan listrik.
"Kita ingin memastikan bahwa konsumen atau pengguna dari alat ini tidak dirugikan. Artinya, masyarakat kan mungkin masih baru, ya, dengan alat ini. Jadi ketika dia mengisi daya listriknya, maka yang didapatkan adalah sesuai dengan yang dibayarkan," urainya.
"Nah, jadi masyarakat tidak perlu khawatir bahwa pemerintah akan menjamin setiap SPKLU untuk kita tera dan itu menjamin kepada konsumen bahwa apa yang didapatkan, biayanya yang didapatkan itu akan sesuai dengan yang dibayarkan," lanjut dia.
Ia menilai, penguatan sistem tera SPKLU juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Semakin banyak SPKLU yang tersedia dan terjamin akurasinya, semakin besar pula kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat.
"Ya, jadi ini salah satu membangun ekosistem di SPKLU itu. Jadi, mobil listrik akan semakin banyak, ketika SPKLU semakin banyak, SPKLU ditera, maka kita harapkan masyarakat semakin banyak untuk menggunakan kendaraan listrik," tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































