Menuju konten utama

Mata Uang Iran Masih Jatuh, Berapa Kurs 1 Rial Terhadap USD?

Mata uang Iran, Rial, masih terperosok. Hari ini nilainya adalah 1,065 juta rial per satu dolar AS. Simak penyebab dan update kondisi Iran terkini.

Mata Uang Iran Masih Jatuh, Berapa Kurs 1 Rial Terhadap USD?
Seorang wanita Iran berpartisipasi dalam unjuk rasa pro-pemerintah di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. Reuters/Morteza Nikoubazl/NurPhoto

tirto.id - Nilai mata uang Iran, rial semakin jatuh. Setelah sempat menyentuh angka 1,092 juta rial per $1, pada hari ini, Kamis (15/1/2026) nilainya menjadi 1,065 juta rial per $1. Lantas, berapa nilai kurs 1 rial terhadap dolar AS?

Jika satu dolar bernilai 1,065 juta rial, berbeda dengan 1 rial yang nilainya adalah 0 dolar AS. Namun, nilai 1 rial memang sangat kecil di Iran. Pecahan mata uang kertas Iran yang paling kecil saat ini adalah 1.000 rial dan ketika ditukar dengan dolar AS nilainya masih $0,00094.

Penurunan nilai rial bukan sekadar angka, tapi berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari, karena membuat harga barang impor, makanan, dan kebutuhan pokok semakin mahal.

Sepanjang tahun 2025, rial kehilangan sekitar 45% nilainya, sedangkan inflasi resmi mencapai lebih dari 40%. Artinya, harga barang dan jasa naik sangat cepat, sehingga tabungan dan daya beli masyarakat menurun tajam.

Masyarakat pun cenderung menukar tabungan mereka ke dolar, emas, atau properti untuk melindungi nilai uang mereka. Hal ini justru membuat permintaan rial turun dan nilai mata uang ini semakin lemah.

Apa Penyebab Mata Uang Iran Anjlok?

Terdapat beberapa faktor yang membuat nilai mata uang Iran, rial anjlok hingga titik terendah dalam sejarah. Iran menghadapi sanksi ekonomi dari AS dan beberapa negara lain.

Sanksi ini membatasi kemampuan Iran untuk berdagang dengan negara lain, terutama dalam menjual minyaknya.

Inflasi yang terjadi di Iran juga menjadi salah satu penyebab rial kolaps. Daya beli yang rendah membuat perputaran mata uang yang lambat dan mempengaruhi ekonomi di negara tersebut.

Harga barang naik, angka pengangguran tinggi, dan dugaan adanya praktik korupsi merajalela membuat warga Iran lebih memilih menyimpan dolar atau mata uang asing lain daripada rial. Ini juga memengaruhi permintaan rial rendah dan nilainya menjadi semakin turun.

Demonstrasi di Iran

Para demonstran Iran berkumpul di jalan selama protes atas anjloknya nilai mata uang, di Teheran, Iran, 8 Januari 2026. Reuters/Stringer/WANA West Asia News Agency

Update Kondisi Iran Hari Ini

Dikutip dari laman Strait Times, Pemerintah Iran sempat menutup wilayah udaranya selama hampir lima jam pada hari ini, Kamis, 15 Januari 2026 sekitar pukul 05.15 WIB. Langkah ini diambil karena kekhawatiran kemungkinan adanya aksi militer antara AS dan Iran.

Penutupan ini membuat banyak penerbangan dibatalkan, dialihkan rutenya, atau tertunda. Selama penutupan, hanya penerbangan internasional yang mendapat izin resmi dari pemerintah Iran yang dapat terbang di wilayah udara Iran.

Penutupan awalnya dijadwalkan hanya berlangsung selama dua jam namun molor hingga lima jam. Pemerintah kembali membuka wilayah udara Iran sebelum pukul 10.00 WIB.

Beberapa maskapai Iran, seperti Mahan Air, Yazd Airways, dan AVA Airlines, adalah yang pertama melanjutkan penerbangannya.

Aksi demonstrasi besar di Iran diprediksi masih berlangsung hingga hari ini. Data yang dihimpun dari organisasi HAM Iran menyebutkan jika jumlah korban tewas dalam aksi protes tersebut telah mencapai 2.500 orang.

Tak hanya menyebabkan ribuan nyawa orang melayang, diperkirakan puluhan ribu orang juga telah ditangkap karena dianggap bertanggung jawab dalam gerakan anti pemerintah tersebut.

Baca juga artikel terkait IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra