tirto.id - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama rombongan Amirulhaj telah tiba di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf pada Kamis (5/6/2025). Ia memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat menempati tenda sebelum prosesi wukuf dimulai.
Pantauan Tirto di lokasi menunjukkan sejumlah tenda di Arafah tampak dipenuhi jemaah haji asal Indonesia. Sebagian tenda terlihat padat, sementara lainnya masih cukup lengang.
Menurut Menag Nasaruddin, petugas haji tengah berupaya menyelesaikan persoalan distribusi jemaah yang belum merata. Ia mengakui adanya tenda yang terlalu padat, sementara tenda lain masih kosong.
"Kami sedang memperbaiki situasi di tenda. Ada sedikit masalah karena beberapa jemaah enggan dipisahkan dari keluarganya, padahal tendanya berada di sebelah. Mereka lebih memilih berkumpul dalam satu tenda bersama keluarga atau satu kampung. Padahal, tenda lain masih kosong. Tapi tidak apa-apa, yang penting jemaah tetap sehat," ujar Nasaruddin.
Ia menambahkan, jemaah tidak akan menginap di Arafah. Mereka akan mulai digerakkan menuju Muzdalifah dan Mina pada sore hingga malam hari.
"Untuk Mina, Insyaallah sudah kami atur sedemikian rupa karena penginapannya di sana lebih tertib dan bloknya jelas," tambahnya.
Nasaruddin optimistis persoalan penempatan jemaah di Arafah akan segera terselesaikan, dan seluruh jemaah dapat melaksanakan wukuf dengan tenang.
"Pekerjaan rumah petugas sebelum ini sudah mulai terurai," katanya.
Sebagai informasi, wukuf di Arafah dimulai pukul 12.20 waktu Arab Saudi. Rangkaian kegiatan wukuf meliputi khotbah, salat jamak qasar Zuhur dan Asar, zikir, serta doa.
Wukuf di tenda misi haji Indonesia akan diikuti oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Muhammad Irfan Yusuf, dan Wakil Menteri Agama Romo Mohammad Syafii.
Hadir pula Wakil Kepala BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, serta Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































