tirto.id - Jemaah haji dari seluruh dunia akan melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah pada Kamis (5/6/2025) hari ini. Pemberangkatan jemaah sudah dimulai sejak kemarin, Rabu (4/6/2025), dan terbagi dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00–11.00, 11.00–16.00, dan 16.00–21.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengingatkan agar saat pelaksanaan wukuf, semua jemaah selalu menaati larangan ihram, termasuk memperbanyak amalan-amalan ibadah. Ia beralasan, jemaah akan dikenakan dam atau denda apabila melakukan pelanggaran.
"Pertama saya ingatkan kembali, ini yang sangat penting, jangan melakukan pelanggaran karena itu berakibat dengan dam atau denda,” ujar Menag dalam keterangan resminya pada Kamis (5/6/2025).
Nasaruddin kemudian mencontohkan sejumlah persoalan yang membuat jemaah harus membayar dam, salah satunya adalah pemakaian peci. Menurut dia, meskipun kepanasan jemaah tetap dilarang untuk menutupi kepalanya.
"Kemudian untuk perempuan, jangan asyik menyisir, kalau rambutnya jatuh, akan membatalkan ihram dan bayar denda," sambung Menag.
Persoalan lainnya adalah hal-hal yang terlihat kecil seperti mencabut rumput, mematahkan ranting pohon, dan membunuh nyamuk. Dia meminta para jemaah menahan diri karena hal itu juga diharamkan selama berihram.
"Kemudian jangan sampai nanti asyik bicara WA tapi me-WA negatifkan orang, itu merusak haji. Jangan ghibah, berucap kotor, mengucapkan kata-kata buruk," lanjut Imam Besar Masjid Istiqlal ini.
Lebih jauh, Menag mengimbau agar jemaah memperbanyak doanya karena berpeluang besar untuk dikabulkan. Terlebih baik, katanya, apabila ditambah dengan membaca Al-Quran.
"Doa kita Insya Allah tidak ditolak Allah Swt, kalau doa itu kita panjatkan di Padang Arafah. Kalau sudah selesai doanya, baca Al-Quran," tutur Menag.
Selain itu, Nasaruddin juga meminta keluarga jemaah untuk mendoakan pelaksanaan haji agar dapat terlaksana dengan lancar. Kepada para jemaah, dia juga meminta agar turut mendoakan bangsa dan negara supaya menjadi bangsa yang stabil, yang terus berkembang, kompetitif, dan mengharumkan bangsa di Tanah Suci.
"Bapak-Ibu yang di Tanah Air yang sudah melakukan haji puluhan tahun yang lalu, perbaharui kemakbulan hajinya dengan cara terus bertaubat, istighfar, Insya Allah mabrur kembali hajinya," pungkas Menag.
Penulis: Fahreza Rizky
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




























