Menuju konten utama

Mahasiswa UAJY Belajar Keuangan & Jurnalisme Data di Kelas Tirto

Penyelenggaraan Kelas Tirto x Jagoan Kampus di UAJY memungkasi rangkaian acara "Cerdas di Era Digital Goes to Yogyakarta" pada Juni 2025.

Mahasiswa UAJY Belajar Keuangan & Jurnalisme Data di Kelas Tirto
Kelas Tirto x Bank Jago "Cerdas di Era Digital Goes To Yogyakarta" di kampus FISIP UAJY, Yogyakarta, Sabtu (14/6/2025). tirto.id/Amir Fuaddi.

tirto.id - Kelas Tirto x Jagoan Kampus singgah di Auditorium Gedung Bonaventura, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), pada Sabtu (14/6/2025). Forum ini menutup rangkaian Kelas Tirto x Jagoan Kampus di Yogyakarta yang berlangsung 12-14 Juni 2025 di tiga perguruan tinggi.

Terlaksana berkat kolaborasi Tirto.id dan Bank Jago, yang didukung oleh Pelindo Regional 3, kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), UPN Veteran Yogyakarta, serta UAJY.

Mengusung tajuk "Cerdas di Era Digital Goes to Yogyakarta," Kelas Tirto x Jagoan Kampus di UAJY menghadirkan talk show kesehatan finansial dan pengembangan karier, kemudian diakhiri workshop Jurnalisme Data. Ratusan mahasiswa, mayoritas dari Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UAJY, antusias mengikuti acara diskusi interaktif tersebut.

Kelola Keuangan buat Masa Depan Finansial dan Karier

Sustainability Program Activation Specialist dari Bank Jago, Andhina Aryani, mengawali sesi talk show Kelas Tirto di UAJY dengan membagikan wawasan tentang pengelolaan keuangan pada mahasiswa. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi finansial pribadi sejak dini untuk menunjang persiapan karier yang lebih matang.

"Yang perlu diingat untuk diri sendiri dalam me-manage uang, adalah teman kita bukan pay later, orang tua itu bukan 'dana darurat', dan kalau teman-teman sudah berkeluarga, anak itu bukan 'dana pensiun'," ujar dia.

Agar dapat mentas dari ketergantungan finansial, kata Andhina, mahasiswa perlu sejak dini membangun keuangan yang sehat. Sebelum berpikir jauh mengejar kebebasan finansial, ia menyarankan mahasiswa sebaiknya memastikan dulu keuangannya dalam kondisi aman.

"Kalau misalnya dalam satu bulan masih kekurangan, masih suka minta transferan ulang [dari orang tua], masih pinjam pay later, apalagi pakai pinjol, berarti keamanan finansial teman-teman belum ada," kata Andhina.

Guna mencapai keamanan finansial, ia menyarankan mahasiswa mulai mengelola keuangan pribadi dari kebiasaan kecil, seperti mencatat pengeluaran serta mengontrol hasrat belanja. Kebiasaan itu akan mengendalikan pengeluaran sehingga mahasiswa berpeluang lebih bisa menabung untuk menyiapkan dana darurat hingga investasi.

Andhina mengingatkan, kesehatan finansial tak hanya terkait dengan kapasitas keuangan tetapi juga peluang karier. Dia mencontohkan, rekam jejak buruk ketika memakai layanan pinjol atau pay later bisa memperkecil peluang diterima di perusahaan besar.

Banyak perusahaan besar kini makin memperhatikan rekam jejak digital dan finansial calon karyawannya. Maka itu, ia menyarankan mahasiswa mulai membenahi pengelolaan finansial sedini mungkin.

"Mumpung masih mahasiswa, sekarang perbaiki finansialnya," saran Andhina.

Kelas Tirto x Bank Jago

Kelas Tirto x Bank Jago 'Cerdas di Era Digital Goes To Yogyakarta' di kampus FISIP UAJY, Yogyakarta, Sabtu (14/6/2025). tirto.id/Fuad

Kunci Sukses Kembangkan Karier di Era Digital

Berbicara pada sesi kedua, Branding, Attraction, and Engagement Lead dari Bank Jago, Dwi Gelegar Gilang, mengajak mahasiswa lebih mengenal kondisi dunia kerja di era digital. Dia memaparkan dinamika dunia karier yang makin menantang.

Menurut dia, dunia kerja saat ini tidak sekadar membutuhkan sumber daya yang menguasai teknologi, tetapi juga punya rasa ingin tahu tinggi. "Ini basic skill yang di CV tidak keliatan, yaitu kepo, [atau] curiosity," ujar dia.

Seseorang yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, mudah beradaptasi dan ingin terus belajar. Skill ini mesti dilengkapi dengan ketajaman dalam memahami data dan menganalisis secara mendalam setiap masalah. Berbagai kemampuan tadi dapat membantu kelancaran karier di berbagai bidang pekerjaan.

"Terakhir, cari tahu dan pelajari company [perusahaan] yang kalian tuju, karena model dan kulturnya berbeda-beda," ujar dia saat menerangkan pentingnya kemampuan komunikasi di dunia kerja.

Agar lebih siap terjun di dunia karier, Gilang mendorong mahasiswa mengasah keterampilan tidak sebatas di kampus, tetapi juga magang kerja. Lewat program magang di perusahaan, mahasiswa akan lebih memahami kebutuhan dan situasi dunia kerja pada masa kiwari. Bagi mahasiswa dan fresh graduate, lanjut dia, program magang bisa menjadi jembatan penting dalam memahami pola kerja di industri.

Untuk itu, Bank Jago pun membuka peluang bagi mahasiswa untuk ikut program internship selama 6 bulan. Untuk mendapatkan informasi program internship di Bank Jago, mahasiswa bisa mengecek update terbaru di akun IG @bersamakitajago atau LinkedIn Bank Jago.

Jurnalisme Data dan Menangkal Hoaks

Workshop Jurnalisme Data jadi sesi penutup Kelas Tirto di UAJY. Sesi ini dipandu oleh Alfons Yoshio Hartanto, editor Tirto.id yang berpengalaman dalam program Periksa Fakta.

Dosen Ilmu Komunikasi UAJY, Olivia Lewi Pramesti, melengkapi sesi ini dengan pemaparan yang memperkenalkan peran penting jurnalisme data kepada mahasiswa.

Olivia membuka sesi ini dengan menjelaskan pentingnya kemampuan membaca data secara kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Dia menyoroti fenomena maraknya hoaks di platform-platform media sosial yang mayoritas penggunanya dari generasi milenial dan Gen Z. Padahal banyak pengguna medsos, apalagi Gen Z yang jarang menyimak media mainstream, belum mampu mengidentifikasi informasi palsu.

Menurut Olivia, media memiliki peran sentral sebagai penjaga fakta. Karena itu, jurnalisme data menjadi bekal penting bagi mahasiswa, khususnya yang meminati bidang media dan komunikasi.

"Dengan prinsip jurnalisme data, kita dapat menganalisis dan mengkritisi isu secara lebih dalam," tambahnya.

Jurnalisme data, kata Olivia, tak hanya mengasah kemampuan analitis, tapi juga membantu penyajian laporan jurnalistik lebih mendalam dan menarik. Dia menambahkan, kemampuan membaca data adalah bentuk literasi yang tidak kalah penting di era digital.

Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama Alfons. Dia membimbing mahasiswa memahami cara membaca dan mengolah data dalam konteks jurnalistik. Workshop di Kelas Tirto ini berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari mahasiswa seputar literasi data dan cek fakta.

Pelaksanaan Kelas Tirto x Jagoan Kampus mendapat apresiasi positif dari Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY, Irene Santika Vidiadari.

"Semoga kelas hari ini membawa banyak manfaat untuk teman-teman mahasiswa dan juga Tirto. Semoga kita ke depannya bisa mengadakan kolaborasi lagi," ujar dia.

Baca juga artikel terkait KELAS TIRTO atau tulisan lainnya dari Dina T Wijaya

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dina T Wijaya
Editor: Addi M Idhom