tirto.id - Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, M Diah, melaporkan bangunan sekolahnya belum dapat digunakan akibat tertimbun lumpur dengan ketinggian hingga dua meter. Siswa pun terpaksa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda.
"Mulai hari ini anak-anak bersekolah. Proses belajar mengajar berlangsung di tenda, termasuk aktivitas administrasi sekolah, juga di tenda dengan kondisi seadanya," kata M Diah, di Pidie Jaya, Provisi Aceh, Senin (05/01/2026) dikutip dari Antara.
Para siswa berdatangan dengan pakaian biasa ke sekolah. Hanya beberapa dari mereka bersekolah mengenakan seragam putih abu-abu. Hampir semua mereka datang tanpa membawa peralatan dan perlengkapan belajar.
Sebelum memulai proses belajar mengajar, pelajar mengikuti upacara dengan pembina Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi. Upacara juga ikuti para guru dan tenaga pendidik lainnya.
SMA Negeri 2 Meureudu dengan peserta didik sebanyak 271 orang dan tenaga pendidik sebanyak 55 orang. Hampir semua peserta didik dan tenaga pendidik terdampak langsung banjir bandang.
M Diah mengatakan, pihaknya tidak memaksakan anak-anak bersekolah karena mereka juga menjadi korban bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
"Kami juga sudah menyampaikan kepada pelajar bahwa proses belajar mengajar mulai 5 Januari 2026. Mungkin, tidak semua anak-anak mengetahuinya karena alat komunikasi mereka juga rusak akibat banjir," katanya.
Begitu juga dengan seragam, kata dia, pihak sekolah juga membebaskan mereka mengenakan pakaian selain seragam sekolah. Apalagi sebagian besar dari mereka rumahnya terdampak banjir seperti ada yang hilang dan tertimbun lumpur.
"Hampir sebagian besar anak-anak kami tidak ada lagi seragam serta peralatan dan perlengkapan belajar. Semua hilang dan tidak dapat digunakan karena banjir," katanya.
Sementara itu, Nasyila Fonna, siswa Kelas 10A SMA Negeri 2 Meureudu, mengatakan dirinya bersekolah setelah menerima pemberitahuan dari guru. Dirinya bersekolah dengan pakaian biasa tanpa membawa peralatan dan perlengkapan belajar.
"Seragam maupun alat belajar semuanya tidak bisa digunakan lagi akibat banjir. Saya berharap aktivitas di sekolah bisa segera kembali berjalan normal seperti biasa karena tidak ingin tertinggal dalam mengikuti pembelajaran," kata Nasyila Fonna.
ASN Kemenag Aceh Besar Bantu Tangani Lumpur
Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar melakukan bakti sosial menangani tanah dan lumpur pasca-banjir di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya, Provinsi Aceh.
“Kerja bakti ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi wujud kepedulian dan kebersamaan kita sebagai keluarga besar Kemenag," kata Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, di Pidie Jaya, Minggu (04/01/2026).
Penanganan lumpur dimulai dari ruang kelas, teras, serta lingkungan madrasah. Selain itu, ASN membantu memindahkan fasilitas yang tersisa serta rusak akibat banjir.
Kemenag Aceh Besar Peduli dan DWP Kemenag Aceh Besar juga menyerahkan bantuan, seperti sajadah, mukena, kain sarung, Al Quran, peralatan tulis, serta susu, dan camilan kepada untuk pelajar MIN 4 Pidie Jaya.
Ia mengatakan kerja bakti ini bentuk tanggung jawab dan solidaritas ASN terhadap madrasah terdampak banjir yang memorak-porandakan Aceh pada akhir November 2025.
"Madrasah harus segera pulih agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan,” ujarnya.
Kondisi ruang kelas MIN 4 Pidie Jaya dipenuhi lumpur dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.
Sebagian fasilitas ruang belajar mengalami kerusakan berat, mulai dari pagar, meja, kursi, buku-buku, hingga perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar lainnya.
Ia mengharapkan keterlibatan langsung ASN Kemenag Aceh Besar itu dapat meringankan pihak MIN 4 Pidie Jaya sekaligus memotivasi guru dan siswa yang terdampak.
“Semoga upaya kecil ini bisa membantu percepatan pemulihan pasca-banjir,” katanya.
Ia mengatakan kegiatan itu juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama yang diperingati saban 3 Januari.
"Aksi ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag Aceh Besar untuk terus hadir dan berperan aktif dalam penanganan dampak bencana, khususnya di sektor pendidikan keagamaan," demikian Saifuddin.
Masuk tirto.id

































