tirto.id - Kegiatan belajar-mengajar, termasuk di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor, akan dimulai pada Senin (5/1/2026). Dengan belum optimalnya pemulihan sekolah-sekolah di 52 kabupaten/kota di Sumatra, pemerintah mengimbau sekolah agar memanfaatkan tenda-tenda pengungsian sebagai ruang kelas sementara.
"Saat ini operasi pembersihan masih terus dilakukan, kemarin juga kita menyampaikan bahwa ada sekolah-sekolah yang memang kita targetkan sudah bersih dan laik pakai lusa, tetapi mungkin ada kondisi-kondisi beberapa sekolah yang mungkin masih dalam tahap pembersihan. Sementara waktu kita akan mengoptimalkan tenda-tenda sementara untuk proses belajar-mengajar," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, dikutip dari akun YouTube resmi BNPB, Sabtu (3/1/2025).
Agar proses belajar-mengajar dapat berjalan optimal di 3 provinsi terdampak bencana, proses pembersihan terhadap sekolah umum maupun madrasah akan terus dikebut oleh BNPB, bersama para relawan, beberapa kementerian terkait, dan pemerintah daerah.
Abdul Muhari menambahkan, untuk menyambut semester genap, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dikabarkan akan memimpin seremonial pembukaan proses belajar-mengajar mengajar di salah satu sekolah di Aceh. Hal ini sekaligus juga dilakukan untuk meninjau progres pembersihan sekolah di wilayah tersebut.
"Tanggal 5 hari Senin, minggu depan, ini adalah hari pertama proses belajar-mengajar akan kembali dimulai pada semester genap. Kemarin, minggu lalu, Mendikdasmen sudah menyampaikan kepada kita bahwa pembukaan proses belajar-mengajar di semester genap ini. Beliau akan ke Aceh dan memimpin sendiri pembukaan kembali proses belajar-mengajar di daerah terdampak," sambungnya.
Sementara itu, berdasarkan data BNPB, sampai hari ini tercatat ada 3.188 fasilitas pendidikan yang rusak akibat banjir dan longsor Sumatra. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dari data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencatat kerusakan di 4.149 sekolah.
"Di Aceh ada 2.756, kemudian Sumatra Barat 443, dan Sumatra Utara 950," kata dia di Jakarta, Selasa (30/12/2025).
Dari jumlah tersebut, ada 54 sekolah yang mengalami kerusakan serius. Sebaliknya, sekolah yang sudah bisa beroperasi di Aceh ada 2.226 atau 81 persen, kemudian di Sumatera Barat ada 380 atau 86 persen, dan di Sumatra Utara terdapat 902 atau 95 persen. Dus, total keseluruhan sekolah yang sudah bisa beroperasi adalah 85 persen.
"Masih ada 54 yang memang belum bisa kita gunakan karena kerusakan yang sangat serius, bahkan sebagian sekolah memang sudah rusak total, sehingga mereka harus belajar di tenda. Sudah kita siapkan 54 tenda, 14 di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 19 di Sumatera Utara," jelas Mendikdasmen.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadli Nasrudin
Masuk tirto.id






























