Menuju konten utama

Litbang Kompas: 94,4 Persen Masyarakat Setuju Ada Sekolah Rakyat

Menurut hasil survei Litbang Kompas, mayoritas masyarakat setuju ada Sekolah Rakyat dan optimistis program ini menjadi solusi untuk kemiskinan.

Litbang Kompas: 94,4 Persen Masyarakat Setuju Ada Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi para pimpinan Kompas TV di Ruang Rapat Menteri Sosial, Kementerian Sosial RI, Kamis (22/5/2025), membahas tentang sekolah rakyat dan isu-isu terkini. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Pemberitaan Kompas TV Yogi Arief Nugroho; Producer Kompas TV Zahrah Jinan Muafa; Wakil GM Litbang Kompas Satrio; Peneliti Senior Litbang Kompas Dewi Pancawati; Manager Kompas TV Astika; Executive Producer Kompas TV Fitri; Executive Producer Kompas TV Fita; AE Kompas TV Ola. FOTO/dok.Kemensos

tirto.id - Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan masyarakat Indonesia mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Survei itu bahkan menyimpulkan sebagian besar masyarakat menilai program ini positif.

Berdasarkan survei Litbang Kompas, 94,4 persen masyarakat setuju dengan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Dari jumlah itu, 28,2 persen menyatakan sangat setuju.

Keyakinan publik terhadap efektivitas program ini juga sangat tinggi. Sebanyak 83,9 persen responden percaya Sekolah Rakyat dapat menyelesaikan persoalan anak putus sekolah dan menjadi solusi keluar dari jerat kemiskinan.

Survei Litbang Kompas juga menemukan bahwa penilaian positif terhadap Sekolah Rakyat tidak hanya berasal dari kalangan warga yang menjadi target program ini. Masyarakat kelas menengah hingga atas juga memiliki keyakinan positif terhadap program Sekolah Rakyat.

"Program pemerintah ini mendapat dukungan dari publik. Selain didukung, keyakinan dan optimisme tinggi. Program sekolah rakyat ini akan berhasil mencapai tujuannya, memberi kesempatan Pendidikan, mengatasi putus sekolah dan solusi mengatasi kemiskinan,” kata peneliti Litbang Kompas MB Dewi Pancawati saat audiensi dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di kantor Kemensos, Kamis (22/5/2025).

Survei Litbang Kompas tersebut digelar pada 7-12 April 2025, melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak di 38 provinsi.

Kendati demikian, tantangan tetap ada. Tim Peneliti Litbang Kompas mencatat, pemahaman masyarakat terhadap teknis dan manfaat program ini masih belum merata. “Resosialisasi ini [perlu] lebih masif dan jadi lebih tepat sasaran," kata Desi.

Direktur Pemberitaan Kompas TV, Yogie Arief Nugroho, menutup pemaparan dengan catatan optimistis. Menurut dia, data dari survei lembaganya menunjukkan Program Sekolah Rakyat sudah mulai diterima oleh masyarakat.

"Bukan sesuatu yang sulit untuk dicerna publik Sekolah Rakyat ini," kata Yogie.

Gus Ipul Jelaskan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sosial, Gus Ipul, menjelaskan Sekolah Rakyat akan dilengkapi dengan fasilitas pendidikan berbasis asrama, laboratorium, ruang olahraga, serta kegiatan pengembangan keterampilan.

Model sekolah ini diharapkan bisa membentuk individu unggul dari kelompok paling miskin. Sebab, siapa pun bisa menjadi siswa Sekolah Rakyat dengan syarat berasal dari keluarga miskin.

Gus menambahkan, kurikulum Sekolah Rakyat dirancang khusus oleh Kemendiksasmen dan akan mengedepankan asas kesetaraan sekaligus pengembangan potensi.

Program ini menggunakan sistem multi-entry, multi-exit,serta disesuaikan dengan karakter dan kemampuan masing-masing anak.

"Kalau burung, jangan disuruh berenang. Sapi jangan disuruh terbang. Anak-anak kita punya keunikan sendiri. Ada yang ukurannya burung, kucing, sapi semua punya keunggulan masing-masing," kata Gus Ipul mengilustrasikan konsep pendidikan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul mengatakan, saat ini pemerintah menargetkan Sekolah Rakyat akan hadir di 100 titik di seluruh Indonesia. Sebanyak 65 Sekolah Rakyat sudah dipastikan siap dibuka pada Juli 2025, dengan kapasitas lebih dari 6.000 siswa.

Ke depan, sesuai arahan Presiden Probowo, 200 Sekolah Rakyat akan dibangun. Sebanyak 100 sekolah dibiayai dengan APBN, sementara sisanya didukung oleh partisipasi swasta.

Sekolah rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto bagi siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada di desil 1 dan 2 DTSEN, untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Sebanyak 65 sekolah berkonsep asrama dan gratis ini akan dibuka pada tahun ajaran baru 2025/2026 mulai Juli mendatang.

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tim Media Service