Menuju konten utama

Lirik Lagu "Siti Fatimah Ya Allah" yang Viral dan Maknanya

Lirik Siti-Siti Fatimah ya Allah dalam lagu "Siti Fatimah" bisa menjadi acuan bernyanyi. Berikut lirik lagu "Siti Fatimah" dan "Sebelas Bintang Matahari".

Lirik Lagu
Ilustrasi lirik lagu. Adapun lirik Siti-Siti Fatimah ya Allah terdapat di dalam lagu "Siti Fatimah" yang viral. foto/istockphoto

tirto.id - Lirik Siti-Siti Fatimah ya Allah menjadi salah satu kalimat dalam lagu "Siti Fatimah Ya Allah". Selain itu, ada juga lagu "Sebelas Bintang Matahari" yang sama-sama viral di media sosial.

Ada beberapa artis yang telah merilis lirik lagu "Siti Fatimah Ya Allah", termasuk Daeren Okta ft. Rapx serta Salsha Chan. Popularitas lantunan ini mengalami peningkatan karena kerap digunakan dalam konten sahur keliling.

Sementara itu, lagu religi "Sebelas Bintang Matahari" sebenarnya berasal dari lagu "Balada Nabi Yusuf" yang dibawakan BIMBO. Lagu ini merupakan hasil karya Sam Bimbo/Taufiq Ismail.

Lirik Lagu "Dendang Sahur Siti Fatimah Ya Allah" Viral di TikTok

Lirik Siti Fatimah ya Allah dalam lagu yang viral di TikTok dan sosial media lainnya bisa menjadi acuan ketika bernyanyi. Dengan begitu, penyanyi tidak akan mengalami lupa lirik.

Berikut ini lirik Siti-Siti Fatimah ya Allah yang termuat dalam lirik lagu "Siti Fatimah Ya Allah".

Shollu ‘ala muhammad

Siti-Siti Fatimah ya Allah

Zamzam di Baitullah

Siti-Siti Fatimah ya Allah binti ya Rasulullah

Siti-Siti Fatimah ya Allah

Zamzam di Baitullah

Siti-Siti Fatimah ya Allah binti ya Rasulullah

Dari tadi katong menyanyi ya Allah

Katong menyanyikan bangun sahur

Dari tadi katong menyanyi ya Allah

Cukup sekian dan terima kasih

Dari tadi katong menyanyi ya Allah

Cukup sekian dan terima kasih

Selamat berpisah para-para saudara

Sampai bertemu di lain waktu dan masa

Kami lorong Arab mengucapkan salam

Salam hadis untuk Anda

Selamat berpisah para-para saudara

Sampai bertemu di lain waktu dan masa

Kami lorong Arab mengucapkan salam

Salam hadis untuk anda

Bila terdengar kata yang salah

Di dalam syair lagu Kami mohon

Mohon maaf lahir dan batin

Bila terdengar kata yang salah

Di dalam syair lagu Kami mohon

Mohon maaf lahir dan batin

Lirik Lagu "Sebelas Bintang Matahari" yang Viral di TikTok

Selain lirik lagu Siti Fatimah di atas, ada lagu yang khusus mendeskripsikan Nabi Yusuf AS. Lagu tersebut berjudul "Sebelas Bintang Matahari" dengan lirik sebagai berikut.

Sebelas bintang matahari

Dan rembulan malam bersujud kepadamu

Nabi Yusuf tiada mendendam

Walau dia disakiti

Yusuf… Yusuf… Alaihi Salam

Yusuf… Yusuf… Alaihi Salam

Ya… bangun makan sahur

Sudah pukul 3

Ayo bangun sahur

Badilu illi illi badilu

Rabbikalla Badilu

Ya Muhammad

Tala alli alli rabbika alli

Alli alli badala

Makna Lagu Dendang Sahur "Siti Fatimah" & "Sebelas Bintang Matahari"

Lirik Siti-Siti Fatimah ya Allah yang ada di dalam lagu "Siti Fatimah" memiliki makna religius yang mendalam. Khususnya dalam konteks membangunkan sahur selama bulan Ramadan.

Sebutan "Siti Fatimah Ya Allah" merujuk pada Fatimah binti Rasulullah, wanita paling mulia dalam Islam. Penyebutan air Zamzam dan Baitullah juga mengandung unsur spiritual, yakni mengingatkan umat Muslim terhadap kesucian ibadah haji dan keberkahan dari air Zamzam.

Lagu ini membawa pesan untuk menjaga ibadah dan meneladani akhlak mulia keluarga Rasulullah. Selain itu, lagu ini juga mencerminkan budaya gotong royong dan kebersamaan dalam komunitas Muslim.

Liriknya yang menyebut "Katong menyanyi bangun sahur" menunjukkan semangat persaudaraan dalam membangunkan sesama untuk menjalankan ibadah puasa. Ungkapan perpisahan dalam lagu ini juga mengandung pesan sosial, yaitu mengingatkan bahwa setiap pertemuan akan berujung pada perpisahan, tetapi tetap ada harapan untuk bertemu kembali dalam kebaikan.

Di akhir lagu, terdapat permohonan maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Hal ini mencerminkan nilai kesantunan dan rendah hati dalam budaya Islam, terutama menjelang hari kemenangan Idulfitri saat umat Islam saling memaafkan.

Dengan demikian, lagu ini bukan hanya mengingatkan waktu sahur. Akan tetapi, mengajarkan pula nilai-nilai Islam seperti persaudaraan, akhlak yang baik, dan pentingnya bermaafan.

Sementara itu, lagu "Sebelas Bintang Matahari" mengisahkan perjalanan hidup Nabi Yusuf AS. Dalam lagu ini, nabi tersebut memperoleh perasaan cinta yang mendalam dari sang ayah, Yakub.

Hal ini membuat kakak-kakak Nabi Yusuf cemburu, kemudian menjerumuskannya ke dalam sumur kering. Lalu, Yusuf dibawa ke Mesir dan menjadi bendahara Fir'aun.

Saat 10 kakak Yusuf pulang, mereka membawa robekan baju sang adik yang dilumuri darah. Mereka bercerita kepada Yakub bahwa Yusuf dimakan kawanan serigala.

Yakub sedih mendengar kemalangan yang menimpa anaknya. Oleh sebab itu, Yakub meneteskan air mata secara terus-menerus hingga matanya buta.

Bertahun lamanya, Nabi Yakub menanti kabar apakah Yusuf masih hidup. Setelah melewati berbagai rangkaian peristiwa, akhirnya Yakub bisa sampai ke Mesir.

Bersama sang istri dan kakak-kakak Yusuf, ia melakukan sujud penghormatan kepada anaknya yang baru saja ditemukan. Yusuf ternyata pernah memimpikan peristiwa ini.

Dalam surah Yusuf ayat 4 Allah berfirman sebagai berikut.

اِذْ قَالَ يُوْسُفُ لِاَبِيْهِ يٰٓاَبَتِ اِنِّيْ رَاَيْتُ اَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَّالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَاَيْتُهُمْ لِيْ سٰجِدِيْنَ

Iż qāla yūsufu li'abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada ‘asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lī sājidīn(a).

Arti:

"(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya (Ya‘qub), 'Wahai ayahku, sesungguhnya aku telah (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan. Aku melihat semuanya sujud kepadaku'," (QS Yusuf: 4).

Sementara itu, dalam surah Yusuf ayat 100 Allah berfirman sebagai berikut.

وَرَفَعَ اَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوْا لَهٗ سُجَّدًاۚ وَقَالَ يٰٓاَبَتِ هٰذَا تَأْوِيْلُ رُءْيَايَ مِنْ قَبْلُ ۖقَدْ جَعَلَهَا رَبِّيْ حَقًّاۗ وَقَدْ اَحْسَنَ بِيْٓ اِذْ اَخْرَجَنِيْ مِنَ السِّجْنِ وَجَاۤءَ بِكُمْ مِّنَ الْبَدْوِ مِنْۢ بَعْدِ اَنْ نَّزَغَ الشَّيْطٰنُ بَيْنِيْ وَبَيْنَ اِخْوَتِيْۗ اِنَّ رَبِّيْ لَطِيْفٌ لِّمَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ

Wa rafa‘a abawaihi ‘alal-‘arsyi wa kharrū lahū sujjadā(n), wa qāla yā abati hāżā ta'wīlu ru'yāya min qabl(u), qad ja‘alahā rabbī ḥaqqā(n), wa qad aḥsana bī iż akhrajanī minas-sijni wa jā'a bikum minal-badwi mim ba‘di an nazagasy-syaiṭānu bainī wa baina ikhwatī, inna rabbī laṭīful limā yasyā'(u), innahū huwal-‘alīmul-ḥakīm(u).

Arti:

"Dia (Yusuf) menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka tunduk bersujud kepadanya (Yusuf). Dia (Yusuf) berkata, 'Wahai ayahku, inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Sungguh, Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sungguh, Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak (hubungan) antara aku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'," (QS Yusuf: 100).

Ingin melihat lebih banyak lirik lagu religi bernuansa Islam untuk acuan ketika bernyanyi? Pastikan untuk mengikuti berbagai artikel lirik lagu terbaru di sini.

Kumpulan Lirik Lagu

Baca juga artikel terkait LIRIK LAGU atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Fitra Firdaus
Penyelaras: Yuda Prinada