tirto.id - Seruan Pray for Kalimantan kembali ramai di media sosial seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Warganet membagikan foto, video, dan takarir untuk mendukung warga yang terdampak kabut asap serta kebakaran.
Kondisi tersebut membuat isu kabut asap dan karhutla menjadi perhatian warganet. Sejumlah unggahan menampilkan kondisi kebakaran, kepulan asap, sampai aktivitas masyarakat di tengah kualitas udara yang kian memburuk.
Seruan Pray for Kalimantan dipakai warganet sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi tersebut. Bagi warga yang ingin ikut menyebar pesan dukungan melalui Instagram, TikTok, X, WhatsApp, atau platform lain, foto Pray for Kalimantan 2026 bisa ditemukan melalui pencarian tagar di media sosial.
Foto Pray for Kalimantan 2026
Berikut daftar foto Pray for Kalimantan, referensi untuk unggahan di media sosial:
- Foto Pray for Kalimantan 1
- Foto Pray for Kalimantan 2
- Foto Pray for Kalimantan 3
- Foto Pray for Kalimantan 4
- Foto Pray for Kalimantan 5
- Foto Pray for Kalimantan 6
- Foto Pray for Kalimantan 7
- Foto Pray for Kalimantan 8
- Foto Pray for Kalimantan 9
- Foto Pray for Kalimantan 10
- Link #prayforkalimantan Instagram
- Link #prayforkalimantan TikTok
- Link #prayforkalimantan Twitter atau X
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Kalimantan
Di tengah ramainya seruan Pray for Kalimantan, penanganan karhutla terus dilakukan pemerintah. BNPB menyatakan karhutla menjadi salah satu prioritas penanganan sejak pertengahan Juli 2026 hingga saat ini.
Untuk memperkuat penanganan di tengah munculnya sejumlah kejadian baru di Pulau Kalimantan, BNPB memperkuat Satgas Udara di enam provinsi prioritas. Wilayah tersebut mencakup Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Sebanyak 39 unit unsur udara dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla. Unsur tersebut menjalankan patroli udara, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga water bombing sesuai kebutuhan pemadaman di lokasi dengan akses terbatas.
Penanganan melalui udara berjalan bersamaan dengan pemadaman dari darat. BNPB bersama BMKG, BRIN, dan unsur terkait juga terus memantau kondisi cuaca serta pertumbuhan awan untuk menentukan peluang pelaksanaan OMC.
Sebelumnya, berdasarkan hasil pantauan Satelit NOAA-20 per Kamis (20/8/2026), BNPB mendeteksi 1.487 hot spot atau titik panas yang berpotensi menjadi karhutla di Pulau Kalimantan. Titik panas paling terdeteksi di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, dan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing memiliki 74 titik, dan di Kalimantan Utara terdeteksi tiga titik.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id




































