Menuju konten utama

Cara Cek Lokasi Kebakaran Hutan Kalimantan 2026 Via Google Maps

Cara cek lokasi kebakaran Kalimantan 2026 via Google Maps. Simak langkah melihat titik api dan informasi kebakaran hutan di peta.

Cara Cek Lokasi Kebakaran Hutan Kalimantan 2026 Via Google Maps
Titik kebakaran di Kalimantan. FOTO/x.com/ Rebukanre
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada puncak musim kemarau 2026. Bagaimana cara cek lokasi kebakaran hutan melalui Google Maps? Simak pula penjelasan dari Google mengenai fitur ini.

Situasi terbaru karhutla di Kalimantan memicu kabut asap di sejumlah daerah, bahkan sampai ke negara tetangga seperti Malaysia. Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 1.487 titik panas yang berpotensi jadi karhutla di Pulau Kalimantan. Merujuk Antara, data tersebut diambil BNPB dari pantauan Satelit NOAA-20.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik. Adapun Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik, sementara Kalimantan Utara memiliki tiga titik panas.

Cara Cek Lokasi Kebakaran Kalimantan via Google Maps

Google Maps punya fitur kebakaran hutan (Wildfires) yang bisa menampilkan informasi kebakaran aktif melalui peta.

Berikut cara cek lokasi kebakaran di Kalimantan melalui Google Maps:

  • Buka aplikasi Google Maps di HP atau akses situs Google Maps melalui browser.
  • Pastikan lokasi Kalimantan atau wilayah tertentu yang ingin diperiksa sudah terlihat di peta.
  • Klik menu Lapisan atau Layers.
  • Pilih Kebakaran hutan (Wildfires).
  • Alternatifnya, masukkan kata kunci "kebakaran hutan" atau "wildfires" di kolom pencarian.
  • Pilih hasil kebakaran yang muncul.
  • Jika tanda kebakaran belum terlihat, coba perbesar (zoom in) peta.
Google menjelaskan bahwa informasi kebakaran bisa muncul dalam beberapa bentuk. Peta bisa menampilkan ikon kebakaran hutan atau lingkaran merah kecil.

Bagaimana Google Mendeteksi Kebakaran?

Google via laman resmi menjelaskan bahwa sistem wildfire boundary tracking pakai kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kebakaran dan memperkirakan batas wilayah terdampak. Sistem tersebut memanfaatkan citra satelit serta sumber data lainnya.

Google menggabungkan citra terbaru dari sejumlah satelit, kemudian memasukkannya ke dalam model neural network untuk menganalisis kondisi visual dan menghasilkan info mengenai batas kebakaran. Sistem tersebut dirancang untuk memberi informasi dengan resolusi sekitar 1 kilometer persegi. Adapun Google juga memperbaruinya secara berkala.

Informasi hasil pemrosesan tersebut kemudian dimuat ke Google Search dan Google Maps. Google juga bisa mengirim notifikasi mengenai info kebakaran kepada pengguna dan komunitas di sekitar lokasi terdampak.

Google menyatakan sistem pelacakan batas kebakaran tersebut tersedia di lebih dari 37 negara di lima benua. Sistem ini merupakan bagian dari upaya penanganan kebakaran di lokasi, sekaligus untuk membantu masyarakat memperoleh informasi selama kondisi darurat.

Apakah Titik di Google Maps Berarti Kebakaran Aktif?

Tidak selalu. Google menegaskan bahwa informasi kebakaran pada Maps merupakan perkiraan. Sensor satelit mendeteksi perubahan pola panas dan kondisi lanskap untuk membantu mengidentifikasi kebakaran. Keterbatasan resolusi spasial bisa membuat sistem tidak selalu akurat.

Google juga menjelaskan bahwa batas kebakaran yang ditampilkan pada peta bisa berbeda dari kondisi sebenarnya. Karena itu, pengguna tidak disarankan menganggap setiap tanda merah sebagai batas pasti kebakaran di lapangan.

Di sisi lain, hotspot juga berbeda dari kejadian kebakaran. Hotspot merupakan titik yang terdeteksi memiliki anomali panas melalui penginderaan jauh. Titik tersebut perlu dianalisis lebih lanjut untuk memastikan apakah terkait dengan kebakaran hutan atau bukan.

Menyangkut situasi karhutla Kalimantan pada Agustus 2026, masyarakat diimbau membandingkan informasi Google Maps dengan data dari otoritas resmi seperti BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Google juga menyarankan kepada pengguna agar memeriksa sumber resmi untuk mengetahui kondisi kebakaran yang sebenarnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Edusains
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora