Menuju konten utama

Laporan OpenAI: AI Berpotensi Sumbang US$366 Miliar ke RI

Untuk mencapai target US$366 miliar, RI membutuhkan penggunaan AI yang lebih maju dan meluas di berbagai sektor.

Laporan OpenAI: AI Berpotensi Sumbang US$366 Miliar ke RI
Media briefing mengenai penggunaaan teknologi AI di Indonesia semakin meluas, di Morrissey Hotel, Kamis (03/08/26). tirto.id/Putri Az Zahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia berpeluang memperoleh nilai ekonomi hingga US$366 miliar pada 2030 melalui implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Angka tersebut disebut dalam laporan OpenAI dan Southeast Asia Public Policy Institute.

Dalam diskusi mengenai potensi tersebut, Ed Rattcliffe selaku Executive Director Southeast Asia Public Policy Institute mengatakan target US$366 miliar membutuhkan penggunaan AI yang lebih maju dan meluas di berbagai sektor.

“US$366 miliar itu membutuhkan sejumlah yang penuh, sehingga semua orang menerima banyak penggunaan yang lebih maju. Jadi itu adalah jumlah yang cukup besar,” ujar Ed di Morrissey Hotel, Kamis (03/08/26).

Menurutnya, potensi nilai ekonomi AI tidak hanya perlu dilihat dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto (GDP). Laporan tersebut juga menunjukkan sejumlah sektor yang berpotensi memperoleh manfaat dari penerapan AI, termasuk pendidikan dan layanan finansial.

“Nilai ekonomi itu hanya bagian dari cara kita berpikir tentangnya,” kata Ed.

Dampak Sosial dan Efisiensi Kecerdasan Buatan Bagi Masyarakat

Ed menilai pemanfaatan AI juga perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat dan kebaikan sosial. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu meningkatkan efisiensi serta memberikan manfaat dalam berbagai bidang.

“Seharusnya kita melihat lebih dari dolar untuk melihat bagaimana AI bisa digunakan untuk meningkatkan kebaikan sosial, kebaikan masyarakat, dan sebagainya,” ujar Ed.

Sementara itu, Sandy Kunvatanagarn selaku Head of Policy Southeast Asia OpenAI menjelaskan, angka US$366 miliar dalam laporan tersebut merupakan gambaran mengenai kemungkinan kontribusi AI terhadap perekonomian Indonesia pada 2030.

“Citasi laporan itu sebenarnya untuk menunjukkan kemungkinan. Jadi, itu kemungkinan bagaimana AI bisa berkontribusi ke ekonomi Indonesia pada tahun 2030,” kata Sandy.

Untuk menangkap potensi tersebut, laporan merekomendasikan penguatan infrastruktur digital, pembangunan keterampilan, kejelasan regulasi, serta pengembangan inovasi lokal.

“Rekomendasi utama dalam laporan berfokus pada pendirian digital, pembangunan kemahiran, memastikan kejelasan regulasi, agar bisnis merasa diberkati untuk menangkap kemungkinan ekonomi di ruang ini,” ujar Sandy.

Baca juga artikel terkait KECERDASAN BUATAN atau tulisan lainnya dari Putri Az Zahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Putri Az Zahra
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Siti Fatimah