tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan dan menyentuh level terburuknya. Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah ditutup melemah 115 poin atau 0,66 persen ke posisi Rp17.529 per dolar AS.
Di pasar acuan, pelemahan juga terlihat pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang berada di level Rp17.514 per dolar AS. Posisi ini melemah 99 poin dibandingkan hari sebelumnya di level Rp17.415.
Sementara itu, di pasar perbankan, kurs dolar AS terhadap rupiah tercatat bervariasi dan sebagian sudah menembus level Rp17.600 untuk transaksi tertentu.
Di Bank Central Asia (BCA), berdasarkan data yang dipantau pukul 18.34 WIB, kurs e-rate untuk beli dolar AS berada di Rp17.445 per dolar AS dan kurs jual di Rp17.545 per dolar AS. Untuk transaksi TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp17.300 per dolar AS dan kurs jual Rp17.560 per dolar AS. Sementara untuk transaksi bank notes, kurs beli berada di level Rp17.300 dan kurs jual Rp17.560 per dolar AS.
Di Bank Negara Indonesia (BNI), special rates dolar AS dipatok di level Rp17.445 untuk kurs beli dan Rp17.545 untuk kurs jual. Data tersebut terakhir diperbarui pada 12-05-2026 pukul 18.20 WIB (GMT+07:00).
Adapun Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat kurs e-rate dengan harga beli Rp17.488 per dolar AS dan kurs jual Rp17.550 per dolar AS. Sementara untuk transaksi TT Counter, BRI menetapkan kurs beli Rp17.375 per dolar AS dan kurs jual Rp17.675 per dolar AS. Kurs tersebut berlaku untuk transaksi di bawah ekuivalen 2.500 dolar AS dan terakhir diperbarui pada 12 Mei 2026 pukul 16.46 WIB.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































