Menuju konten utama

Kumpulan Berita Perang Iran Terbaru Hari Ke-66

Situasi perang Amerika-Iran di hari ke-66 menampakkan adanya ketegangan soal Selat Hormuz. AS ingin "membebaskan" kapal-kapal yang terjebak di selat itu.

Kumpulan Berita Perang Iran Terbaru Hari Ke-66
selat hormuz. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perang Iran hari ini telah berlangsung selama 66 hari pada Senin (4/5/2026). Terbaru, Amerika Serikat (AS) akan menjalankan operasi militer di Selat Hormuz yang ditutup secara de facto oleh Iran. Sementara itu, belum ada sinyal positif yang signifikan dalam upaya perundingan penghentian perang.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan menjalankan operasi militer khusus di Selat Hormuz. Dalam keterangan pada Minggu (3/5), Trump menyebut operasi ini bertujuan untuk membebaskan kapal komersial untuk melintas selat penting perdagangan energi dunia itu.

Trump menyebut bahwa operasi ini akan mulai diterapkan pada Senin. Sementara itu, Pusat Komando AS (CENTCOM) menyebut misi akan melibatkan ratusan aset militer dan 15.000 personel militer negara itu.

Tak lama setelah pengumuman operasi militer oleh Trump, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pada hari Senin bahwa negara-negara Eropa telah "menerima pesan" terkait penggunaan pangkalan militer negara anggota NATO. Rutte mengatakan, ia dapat memastikan perjanjian penggunaan pangkalan militer NATO di Eropa akan dipenuhi kali ini.

Menukil Al Jazeera, Iran menanggapi operasi militer AS itu dengan keras. Militer Iran membuat pernyataan pada Senin bahwa “setiap pasukan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS yang agresif, akan diserang jika mereka mencoba mendekati dan memasuki Selat Hormuz”.

Militer Iran juga memperingatkan kapal-kapal komersial dan kapal tanker minyak untuk menahan diri dari pergerakan apa pun di perairan sekitar Hormuz. Mereka menegaskan bahwa pergerakan di selat tersebut harus melalui koordinasi dengan militer Iran.

Peringatan dari Teheran itu disampaikan setelah anggota parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan bahwa campur tangan AS di Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Situasi tersebut telah meningkatkan kekhawatiran atas ketegangan di Selat Hormuz. Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan bahwa tingkat ancaman keamanan maritim di selat itu tetap berada di level kritis karena operasi militer yang sedang berlangsung.

Upaya Diplomasi Masih Terhambat

Sementara ketegangan masih berlanjut di Selat Hormuz, diplomasi penghentian perang belum menunjukkan keberhasilan walau upaya untuk mencapainya terus berlangsung. Terbaru, Teheran menyebut bahwa mereka telah menerima tanggapan Washington atas proposal Iran pekan lalu.

Menukil BBC, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran telah menerima respons AS tersebut melalui Pakistan. Juru bicara kementerian itu menjelaskan bahwa Teheran kini tengah meninjaunya.

Selain upaya melalui proposal yang dikirim Iran pekan lalu, upaya penghentian perang juga masih diupayakan negara-negara mediator macam Pakistan. Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menyebut bahwa ia baru saja berkontak dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk membahas topik tersebut.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Pakistan di media sosial, Dar dan Araghchi telah membahas "situasi regional" dan "upaya diplomatik Pakistan yang sedang berlangsung untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan" dalam sebuah panggilan telepon.

Meski begitu, belum jelas apa tanggapan Teheran tentang respons AS. Belum jelas juga apakah pembicaraan Dar dan Araghchi telah menelurkan perkembangan positif dalam upaya penghentian perang melalui diplomasi.

Yang sudah jelas, AS telah mengevakuasi 22 awak kapal kontainer Iran yang ditahan karena blokade AS. Para awak kapal itu disebut akan diserahkan kepada otoritas Iran pada Senin. Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut penyerahan awak kapal ini sebagai "langkah membangun kepercayaan".

Harga Minyak Masih Tinggi

Ketidakpastian yang masih mendominasi situasi di Hormuz turut tergambar di pasar energi dunia. Harga minyak mentah Brent masih berada di level yang tinggi walaupun Trump mengumumkan operasi militer untuk membuka jalur distribusi yang tertutup di Hormuz.

Sementara itu, masih tidak pastinya jalur distribusi di Hormuz juga membuat Australia dan Jepang menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama bidang energi dan mineral. Perjanjian bilateral ini disebut akan memperkuat posisi kedua negara di tengah perang AS-Israel di Iran yang mengganggu perdagangan global.

Jepang sebelumnya merupakan salah satu negara yang terdampak secara signifikan oleh penutupan Selat Hormuz. Negara Matahari Terbit itu berulang kali mencairkan cadangan minyak mereka imbas gangguan pengiriman pasokan dari Teluk akibat perang.

Sementara itu, Israel masih terus melakukan serangan di Lebanon selatan. Terbaru, Israel melancarkan serangan yang meluas ke—setidaknya—delapan lokasi. Delapan lokasi yang diserang itu meliputi Debaal, Qana, Srifa, Qalaouiyah, Zawtar al-Sharqiya, Toulin, Shehour, dan Braachit.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) juga melaporkan bahwa pasukan Israel telah menjatuhkan suar di atas Braachit dalam serangan terbaru. Tentara Zionis itu juga disebut telah menembaki pinggiran kota Safad El Battikh, Yater, Majdel Selm, dan Chaitiyeh.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar