Menuju konten utama

KSP Benarkan Jual Beli SPPG Jadi Salah Satu Pemicu Dadan Dicopot

Presiden Prabowo memperoleh berbagai masukan sebelum mengambil keputusan terkait evaluasi pimpinan BGN.

KSP Benarkan Jual Beli SPPG Jadi Salah Satu Pemicu Dadan Dicopot
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat meninjau langsung hasil proyek revitalisasi sekolah di SMP Muhammadiyah 16, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengonfirmasi temuan praktik jual beli titik dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana sebelum akhirnya dicopot.

Sebelumnya, Dudung mengaku pernah menemukan adanya ketimpangan dalam pelaksanaan program MBG saat melakukan inspeksi lapangan. Temuan tersebut di antaranya terkait dugaan praktik jual beli titik dapur yang ramai menjadi sorotan. Ketika ditanya apakah temuan tersebut menjadi dasar Presiden mencopot Dadan, Dudung menilai kemungkinan itu cukup besar.

“Ya, kemungkinan besar seperti itu, banyak lah informasi-informasi ke beliau. Saya rasa ke presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan tetapi dari banyak sumber lah. Saya yakin,” kata Dudung di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, Presiden memperoleh berbagai masukan sebelum mengambil keputusan terkait evaluasi pimpinan BGN. Menurut Dudung, temuan yang ia peroleh di lapangan hanyalah salah satu dari sekian banyak informasi yang diterima Presiden.

“Kalau saya, kan, dulu udah sebulan yang lalu mungkin saya sidak ke lapangan ada hal-hal ketimpangan, dan tapi yang baiknya juga banyak ya,” ujarnya.

Dudung mengatakan Presiden menginginkan pelaksanaan program MBG berjalan tanpa penyimpangan sedikit pun. Sebab, program tersebut menggunakan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Tapi presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun ada yang menyimpang dari program beliau karena ini itu tadi saya katakan ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” kata Dudung.

Saat dimintai penegasan apakah temuan praktik jual beli titik SPPG menjadi salah satu faktor evaluasi terhadap Kepala BGN, Dudung menjawab singkat. “Ya, salah satu faktornya itu,” ujarnya.

Dudung juga menilai langkah Presiden mengganti pimpinan BGN merupakan keputusan yang tepat untuk memperbaiki tata kelola lembaga tersebut ke depan. Ia meyakini Presiden telah mencermati berbagai laporan dan melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan.

“Saya punya keyakinan bahwa bapak presiden sudah lama mendengar informasi, mencermati, menganalisis, mengevaluasi berbagai sumber yang masuk ke beliau. Sehingga langkah yang tepat, saya yakin ini untuk perbaikan ke depannya sehingga di BGN itu semakin transparan, akuntabel dan betul-betul keinginan bapak presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal,” tutur Dudung.

Ia menegaskan Presiden menginginkan program MBG bebas dari praktik korupsi, penyimpangan, maupun kepentingan kelompok tertentu.

“Tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada terjadinya penyimpangan, tidak ada terjadinya menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi betul-betul bapak presiden menginginkan bahwa ini untuk kepentingan rakyat,” kata Dudung.

Di sisi lain, Dudung mengaku juga menerima informasi lain terkait potensi persoalan dalam pelaksanaan MBG. Namun, menurut dia, aspek yang paling membutuhkan pembenahan saat ini adalah tata kelola dan manajemen program.

“Kalau saya lebih banyak melihat itu adalah bagaimana manajemennya sebetulnya yang harus diperbaiki ya. Niat baik bapak presiden untuk mencerdaskan anak-anak melalui program MBG ini ya artinya tidak hanya sekadar makan saja tetapi manajemen ini memang harus kita atur sehingga tidak ada celah-celah penyimpangan-penyimpangan dimanfaatkan oleh yang punya dapur, punya yayasan, bahkan SPPG-nya sendiri, sehingga pastinya akan menurunkan kualitas,” ujar Dudung.

Ia memastikan KSP akan terus mengawal pelaksanaan program MBG di lapangan agar tujuan utama program tersebut dapat tercapai tanpa diwarnai penyimpangan.

Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Sebagai gantinya, Kepala Negara menunjuk Nanik Sudaryati Deyang untuk memimpin lembaga tersebut demi mempercepat pelaksanaan program MBG.

Bersamaan dengan pemberhentian Dadan, Prabowo juga mencopot Lodewyk Pusung dari kursi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dan juga Soni Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sejalan dengan pengangkatan Nanik sebagai pimpinan BGN baru, Prabowo turut mengangkat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Baca juga artikel terkait KSP atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama