Menuju konten utama

Jelang Idulfitri, Stok Beras Nasional Tembus 7,43 Juta Ton

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog telah menyalurkan beras SPHP.

Jelang Idulfitri, Stok Beras Nasional Tembus 7,43 Juta Ton
Petugas Kelurahan Kratonan saat menata puluhan karung berisi beras yang akan dibagikan ke sejumlah warga di Kelurahan Kratonan, Jayengan, Surakarta, Rabu (11/3/2026). foto/Romensy Augustino
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pasokan beras dipastikan dalam kondisi aman. Berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), per 9 Maret 2026 stok beras nasional mencapai 3.743.780 ton atau setara 114 persen dari kebutuhan.

"Sehingga, komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari dalam konferensi pers Update PHTC dan Kesiapan Mudik Lebaran di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog telah menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 7.387.270 kilogram. Distribusi terbesar dilakukan melalui instansi pemerintah dan Program Rumah Pangan Kita (RPK).

Selain itu, pada 2026 pemerintah juga akan menggelar gerakan pangan murah di 38 provinsi sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi.

"Pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan swasembada pangan dengan meningkatkan produksi, mengerkuat hilirisasi pertanian, serta memperluas pasar ekspor untuk pangan. Pada Maret 2026, total ketersediaan beras nasional mencapai 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Bulog 3,76 juta ton, diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam waktu 2 bulan ini. Stok kebutuhan masyarakat 12,5 juta ton dan standing crop (luas tanaman padi) padi siap panen 11,73 juta ton," papar Qodari.

Dengan kondisi tersebut, tanpa memperhitungkan panen berikutnya, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

"Perlu dijelaskan bahwa perkiraan ketersediaan beras untuk 11 bulan ke depan didasarkan pada stok saat ini dan akan terus bertambah karena program swasembada pangan terus dilakukan. Jangan diartikan setelah 11 bulan tidak ada lagi persediaan pangan atau lahan yang disediakan. Artinya, kita terus bertambah," tegas Qodari.

Baca juga artikel terkait BADAN PANGAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana