tirto.id - Insiden tragis terjadi pada ajang Lebarun Sentul Ultra 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Seorang peserta bernama Roysi Adiputra Firdaus (RAF) berusia 33 tahun meninggal dunia saat mengikuti rute trail run sepanjang 28,73 km. PP ALTI turut memberikan respons resmi terkait hal ini.
Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) dalam unggahan di akun Instagram @asosiasilaritrail memberikan pernyataan resmi terkait insiden tewasnya RAF dalam ajang Lebarun Sentul Ultra 2026.
Kronologi Pelari Lebarun Sentul Ultra 2026 Meninggal
Berikut kronologi detail insiden tragis yang terjadi pada ajang Lebarun Sentul Ultra 2026 menurut pernyataan PP ALTI.
1. Pendaftaran peserta dan gambaran medan trail run
Para peserta, termasuk Roysi Adiputra Firdaus (RAF), warga Kabupaten Bekasi berusia 33 tahun mendaftar untuk mengikuti Lebarun Sentul Ultra 2026.Ajang ini merupakan trail run dengan rute sepanjang 28,73 km yang menempuh medan perbukitan, gunung, hutan, pasir, bebatuan, dan lumpur.
Panitia menetapkan bahwa peserta harus berpengalaman minimal mengikuti trail run sejauh 10 km, dalam kondisi sehat, dan mampu menangani risiko fisik seperti kelelahan, cedera ringan, dan nyeri otot secara mandiri.
Tenda darurat dengan tenaga medis disiapkan di beberapa pos bantuan sepanjang rute dan biaya pengobatan ditanggung oleh peserta sendiri.
2. Hari perlombaan
Race Lebarun Sentul Ultra 2026 dimulai pada Sabtu, 28 Maret pagi hari. Para peserta memulai lari dari Sentul Nirwana, melewati Sentul City, Desa Karang Tengah, Desa Bojong Koneng, dan kembali ke Sentul Nirwana.Medan yang dilalui memiliki mountain level 11 pada skala 1–12, menunjukkan medan curam dan ekstrem dengan ketinggian signifikan, serta tingkat ITRA endurance points 2, setara energi berlari 45–74 km di rute landai. Waktu tempuh maksimal yang diberikan adalah 10 jam.
3. Insiden salah satu peserta ambruk di tengah race
Sekitar pukul 10.30 WIB, saat berada di Kampung Gunung Pipisan, Bojong Koneng, Babakan Madang, RAF mengalami kelelahan ekstrem dan ambruk.Kondisinya dilaporkan mulut berbusa dan terdengar bunyi seperti dengkuran dari dadanya. Rekan peserta dan tim medis segera mengevakuasi dan memberikan pertolongan pertama di lokasi.
4. RAF dinyatakan meninggal setelah mendapat pertolongan medis
Tim medis berusaha memberikan pertolongan, namun kondisi RAF tidak membaik. Setelah penanganan di lapangan, ia dinyatakan meninggal dunia. Insiden ini langsung menjadi perhatian serius panitia dan komunitas trail run.Durasi lomba yang panjang dan medan ekstrem meningkatkan risiko kelelahan serius, yang menjadi faktor utama dugaan penyebab meninggalnya RAF.
Pernyataan Resmi PP ALTI
Panitia Lebarun Sentul Ultra menyampaikan belasungkawa melalui akun Instagram resmi pada Minggu, 29 Maret 2026, dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan standar keselamatan event di masa depan.
Ketua Umum PP ALTI, Dr. Bima Arya Sugiarto, menyampaikan duka cita mendalam dan menyerukan evaluasi protokol keselamatan, menekankan kolaborasi antara penyelenggara dan PP ALTI agar prinsip “zero accident” tercapai.
“Selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia dan mewakili masyarakat olahraga prestasi Lari Trail di Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu peserta pada LEBARUN, semoga mendiang diterima di sisi terbaik Tuhan yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” kata Bima Arya.
“Rasa duka dan kehilangan ini menuntut kita melakukan evaluasi, khususnya dalam hal keamanan dan keselamatan. PP ALTI selalu siap memberikan asistensi kepada setiap kompetisi Lari Trail di Indonesia, tentunya kita berharap tidak ada lagi korban yang jatuh akibat Lari Trail,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap penyelenggara kompetisi trail run wajib bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan peserta sesuai regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, Pasal 54 ayat (1), yang mewajibkan rekomendasi induk organisasi olahraga sebelum event dilaksanakan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























