tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat bencana di Sumatra bertambah 10 orang pada Minggu (4/1/2026).
Dengan demikian, total korban meninggal akibat bencana di Sumatra menjadi 1.177 orang. "Hari ini bertambah 10 [orang], [korban bencana Sumatra] menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia," ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, saat konferensi pers secara virtual, Minggu.
Ia menyatakan, korban meninggal itu terdiri atas warga Aceh Utara, Tapanuli Selatan, dan Sumatera Barat. Ada tiga korban meninggal dari Aceh Utara, lima korban meninggal dari Tapanuli Selatan, dan dua korban meninggal dari Sumatera Barat.
Sementara itu, Abdul berujar, terdapat pengurangan 17 nama dari daftar orang hilang. Dengan demikian, jumlah korban yang masih terdaftar dalam pencarian tim gabungan sebanyak 148 jiwa.
"Ada pengurangan jumlah pengungsi juga 15.606 jiwa, ini dari Provinsi Aceh. Sehingga total saat ini 242.174 jiwa yang masih mengungsi," tuturnya.
Menurut dia, Aceh memperpanjang status tanggap darurat di 10 daerah dan delapan daerah berstatus transisi darurat. Lalu, Sumatera Utara berstatus transisi darurat di 14 daerah.
Di Sumatera Barat, status tanggap darurat di Agam diperpanjang. Sebab, longsor susulan masih terjadi di Agam beberapa hari lalu.
"Jadi, banjir lumpur diikuti oleh batu-batu besar yang di daerah, disebut Galodo, itu masih terjadi," kata Abdul.
"Karena memang di bagian hulunya terdeteksi ada rekahan-rekahan yang kalau ada hujan dengan intensitas sedang tapi durasi lama, ini masih berpotensi untuk terjadi longsor susulan," lanjut dia.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































