tirto.id - Koperasi Desa Merah Putih Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Sleman telah mencatat omzet Rp57 juta dalam 18 hari sejak koperasi pertama kali dibuka. Hal itu belum termasuk transaksi dari simpan pinjam dan BRILink yang nilainya berkisar 46 jutaan.
“Dalam 18 hari ini, kami mendapatkan omset itu sudah 57 jutaan, belum nanti yang ada di kantor koperasi itu kan ada simpan pinjam dan BRILink. Kalau BRILink itu kemarin udah ada transaksi sekitar 20 orang dan itu nilainya sekitar Rp46 Jutaan,” kata Kliwon Suherman selaku Ketua Kopdes Merah Putih Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, DIY saat diwawancarai kontributor tirto.id pada Sabtu, (19/7/2025).
Suherman mengatakan Kopdes Merah Putih harus memiliki ide yang out-of-the box seiring memperkuat perorganisasian agar membuka peluang usaha baru.
“Kami akan berpikir diluar kebiasaan, kami tidak menginginkan stagnan di sini, karena udah dibantu dari kementerian hingga provinsi,” katanya.
Pantauan kontributor tirto.id di lokasi, ada sembilan unit usaha di Kopdes Sinduadi, antara lain apotek, klinik, jasa fotokopi, gerai sembako, penjualan gas, pengiriman pos, penjualan pupuk, lemari pendingin dan unit simpan pinjam.
Sementara itu, salah satu warga setempat, Murtijah (52), mengaku setuju dengan adanya Koperasi Merah Putih. “Mungkin saya ke depan mau nyoba ke kelurahan, bisa membantu warga yang membutuhkan untuk meminjam,” kata Murtijah.
Perempuan yang ditemui di rumah makan sederhananya itu membeberkan, suaminya baru saja mendaftar menjadi anggota koperasi tersebut.
Warga lainnya, Wasiman (71), mengatakan, belum tahu sama sekali tentang Koperasi Merah Putih. Kata Wasiman, belum ada sosialisasi yang ia dapat dari kelurahan setempat. Sebagai buruh, Ia belum berencana untuk meminjam dalam waktu dekat.
“Yo ndak saya pinjam-pinjam, kalau orang yang enggak punya pengusaha, enggak ada hubungan ke situ, rata-rata kan gitu,” ujar Wasiman.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi gerai-gerai Kopdes Merah Putih di Kalurahan Sinduadi.
Dalam kunjungan ke Kopdes Merah Putih di Sleman, Zulkifli mengatakan program Kopdes adalah infrastrukturnya pemerintah dalam bantuan pangan hingga belanja kebutuhan MBG ke depan.
“Jadi kalau ada bantuan pangan, operasional pasar, masuknya ke Kopdes insya allah aman, tiap desa ada tiap kelurahan ada,” ungkapnya.
Pria yang sering disapa Zulhas itu menilai selama ini bantuan subsidi selalu ditaruh ke pasar sehingga banyak oknum penjual yang nakal merugikan masyarakat. “Makanya kita cepat kerjakan, termasuk makan bergizi nanti belanjanya di Kopdes karena setiap kelurahan ada,” lanjutnya.
Zulhas mengungkapkan peluncuran 80.000 lebih Kopdes Merah Putih akan dilaksanakan di Klaten, Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (21/7/2025) mendatang.
“Saya minta karena di sini bagus sekali, nanti Ngarso Dalem mohon berkenan bisa dari sini minta dialog dengan Presiden di sini kok koperasinya bagus bisa diceritakan kepada daerah-daerah lain agar bisa meniru,” katanya.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































