tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.211 pada awal pekan, Senin (27/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah terapresiasi 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp17.229 per dolar AS.
Sepanjang hari, mata uang Garuda bergerak fluktuatif dalam kisaran Rp17.119 hingga Rp17.243 per dolar AS. Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah berada di level Rp17.212 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring dengan tren positif mata uang di kawasan Asia. Yen Jepang (JPY) naik 0,13 persen, dolar Singapura (SGD) menguat 0,15 persen, dolar Taiwan (TWD) naik 0,17 persen, dan won Korea (KRW) menguat 0,42 persen. Selanjutnya, rupee India (INR) menguat 0,05 persen, yuan China (CNY) naik 0,12 persen, sementara ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,28 persen.
Sementara itu, baht Thailand (THB) dan dolar Hong Kong (HKD) terpantau melemah masing-masing sebesar 0,34 persen dan 0,02 persen. Adapun peso Filipina (PHP) tercatat stagnan atau kembali ke level perdagangan sebelumnya.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah hari ini dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama. Sentimen tersebut didorong oleh optimisme pasar terhadap dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang berpotensi mengurangi gangguan pasokan minyak global.
Reuters melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan tiba di Islamabad pada Jumat malam untuk membahas proposal kelanjutan pembicaraan damai dengan AS, setelah perundingan sebelumnya mengalami kebuntuan.
Selain itu, CNN melaporkan Presiden AS Donald Trump mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran. Trump juga menyebut Iran tengah menyiapkan tawaran yang bertujuan memenuhi tuntutan AS.
Di sisi lain, Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.210-Rp.17.260 per dolar AS," demikian proyeksi Ibrahim dalam rilis hariannya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































