Menuju konten utama

Lawan Balik Dolar, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229 per US$

Mata uang Garuda bergerak pada rentang Rp17.215 hingga 17.299 per dolar AS, setelah dibuka dengan level Rp17.280 per dolar AS.

Lawan Balik Dolar, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229 per US$
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat ke level Rp17.229 jelang akhir pekan, Jumat (24/4/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah terapresiasi 57 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS.

Sepanjang hari ini, mata uang Garuda bergerak pada rentang Rp17.215 hingga 17.299 per dolar AS, setelah dibuka dengan level Rp17.280 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah hari ini dipengaruhi meredanya ketegangan di Timur Tengah, menyusul pernyataan Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

Perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu tersebut terjadi setelah pembicaraan di Washington. Selain itu, Trump juga mengumumkan bahwa AS sepakat memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu awal pekan ini.

"Perpanjangan tersebut terjadi ketika pembicaraan perdamaian antara kedua negara sebagian besar gagal, di tengah ketidaksepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran dan AS yang mempertahankan blokade angkatan laut terhadap negara tersebut," jelas Ibrahim dalam rilis hariannya.

Dari dalam negeri, penguatan rupiah juga didorong komitmen Bank Indonesia dalam memaksimalkan bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Intervensi dilakukan secara simultan di pasar offshore NDF, pasar spot, serta pasar domestik DNDF.

"Tidak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore, sebagai upaya untuk memperkuat stabilitas mata uang rupiah sekaligus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam bertransaksi," jelas Ibrahim.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana