Menuju konten utama

Kimia Farma Tarik Pinjaman Rp846 Miliar dari Bio Farma

Penarikan pinjaman ini dilatarbelakangi oleh tantangan pengelolaan modal kerja untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas.

Kimia Farma Tarik Pinjaman Rp846 Miliar dari Bio Farma
Suasana saat penundaan pelaksanaan vaksinasi individu di Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

tirto.id - Emiten farmasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan menerima pijaman dari induk usahanya, PT Bio Farma (Persero), senilai Rp846 miliar. Proses tersebut berlangsung melalui penandatanganan perjanjian pinjaman pemegang saham (shareholder loan) pada 31 Desember 2025.

Dalam perjanjian itu, KAEF memberikan jaminan sebesar Rp775,2 miliar berupa aset tanah, bangunan, piutang dan persediaan atau setara dengan 120 persen dari Rp646 miliar.

"Dalam rangka Restrukturisasi Perusahaan untuk mendukung keberlangsungan Perseroan, maka terdapat rencana Pinjaman Pemegang Saham atau SHL sebesar Rp846 miliar," tulis manajemen Kimia Farma dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (6/1/2026).

Dalam keterangannya, manajemen KAEF menyampaikan bahwa penarikan pinjaman ini dilatarbelakangi oleh tantangan pengelolaan modal kerja untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas dan profitabilitas, salah satunya kenaikan suku bunga pinjaman .

Untuk menghadapi tantangan tersebut, KAEF melakukan rencana restrukturisasi perusahaan (RRP) untuk mengupayakan stabilitas keuangan dan mendukung pertumbuhan bisnis mereka.

Selain mengajukan sharholder loan, KAEF juga melakukan serangkaian strategi untuk menunjang transformasi secara berkelanjutan di seluruh lini bisnis mereka. Transformasi tersebut dijalankan dengan enam strategi, yakni ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), dan sinergi antar entitas dalam grup.

Dengan Rp846 miliar tersebut, KAEF akan memperoleh dana kas untuk pemenuhan modal kerja, pelunasan kewajiban operasional, dan kebutuhan lainnya untuk keberlangsungan jangka pendek.

Beberapa di antanya, memenuhi core operasional yang berdampak langsung pada produksi dan penjualan, memenuhi kebutuhan pembayaran terkait regulasi, penyelesaian hutang dagang dan pembayaran hutang operasional.

Baca juga artikel terkait KIMIA FARMA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana