Menuju konten utama

Kimia Farma Akan Jual 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp2,1 T

KAEF memberikan kewenangan penuh pada direksi untuk menjalankan proses penjualan aset.

Kimia Farma Akan Jual 38 Aset Tanah dan Bangunan Senilai Rp2,1 T
Apotek kimia Farma percetakan negara, Kamis (5/3/2020). tirto.id/Riyan Setiawan

tirto.id - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) resmi menyetujui rencana divestasi atas aset Perseroan senilai Rp2,1 triliun. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 3 November lalu.

Merujuk pada surat perseroan nomor 071/DIR-DP/KF/X/2025, emiten farmasi BUMN itu mengungkapkan bahwa pemegang saham telah menyetujui pengalihan atau pemindahtanganan serta penghapusan aset Perseroan, yang nilainya mencapai lebih dari 50 persen dari total kekayaan bersih perusahaan.

"Menyetujui Pengalihan/Pemindahtanganan dan Penghapusbukuan Aset Perseroan yang Merupakan Lebih dari 50 persen Jumlah Kekayaan Bersih Perseroan untuk Kebutuhan Perseroan yang akan dilakukan dalam bentuk penjualan 38 aset Perseroan, terdiri dari tanah dan bangunan dengan total nilai buku sebesar Rp2.163.100.936.192." tulis Corporate Secretary KAEF, Ganti Winarno Putro, dalam Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (6/11/2025).

Meski demikian, ia memastikan bahwa pengalihan aset ini baru dapat dilakukan setelah seluruh catatan dari dewan komisaris diselesaikan dan rencana restukturisasi perusahaan disetujui. Perseroan juga memberikan kewenangan penuh pada direksi untuk menjalankan proses penjualan aset tersebut sesuai ketentuan pasar modal dan perjanjian pihak ketiga.

"(Pengalihan/pemindahtanganan dilakukan) dengan senantiasa memperhatikan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku, serta melakukan pengendalian risiko yang optimal sehingga tidak menimbulkan risiko hukum di kemudian hari," lanjutnya.

Baca juga artikel terkait KIMIA FARMA atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Hendra Friana