Menuju konten utama

Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 Bulan Maulid: Akhlak Nabi Muhammad

Teks khutbah Jumat 28 Agustus 2026 bertema akhlak Nabi Muhammad ini telah memenuhi rukun-rukun khutbah. Simak secara lengkap

Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 Bulan Maulid: Akhlak Nabi Muhammad
ilustrasi khutbah. ANTARA/M Ifdhal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 Rabiulawal bulan Maulid bertema akhlak Nabi Muhammad saw. Isi teks khutbah Jumat mengulas tentangsifat-sifat terpuji Rasulullah.

Bulan Rabiulawal juga disebut sebagai bulan Maulid karena bertepatan dengan lahirnya Nabi Muhammad. Dalam catatan sejarah, Rasulullah lahir pada 12 Rabiulawal, yang bertepatan dengan 29 Agustus 580 Masehi.

Atas dasar tersebut, umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan hari kelahiran utusan Allah yang ditugaskan memperbaiki peradaban umat manusia di muka bumi.

Di Indonesia, peringatan maulid nabi dirayakan dengan beragam cara, seperti grebeg maulud, sekaten, pengajian, pembacaan Barzanji (riwayat hidup Nabi), khitan massal, hingga kirab gunungan. Tak terkecuali tema-tema khutbah yang mengkaji tentang Nabi Muhammad, termasuk akhlak-akhlak mulianya.

Teks Khutbah Jumat 28 Agustus 2026 Bulan Maulid: Akhlak Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi 2026 merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan tentang agama Islam. Selain itu, juga momen bagi umat muslim untuk mempelajari dan mengamalkan akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw semasa hidupnya.

Meski diutus langsung oleh Allah, perjalanan Nabi menyebarkan agama Islam bukan tanpa rintangan. Berbagai penolakan datang dari masyarakat jahiliyah kala itu, termasuk paman nabi yang bernama Abu Lahab.

Kendati begitu, Nabi tetap menggunakan sikap yang arif untuk menghadapi dinamika perjuangan menyebarkan agama Islam baik di Makkah maupun Madinah.

Berikut teks khutbah Jumat 28 Agustus 2026 bertema akhlak Nabi Muhammad yang telah memenuhi rukun-rukun khutbah:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ وَفَّقَ لِلْخَيْرَاتِ عِبَادَهُ الْأَبْرَارَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مَحَمَّدِ نِ الْمُصْطَفَى الْمُخْتَارْ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْأَخْيَارِ.

أَمَّا بَعْد فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ :

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرحمن الرحيم لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأٰخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Allah Swt. berfirman melalui surah Al-Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللّٰهِۗ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗٓ اَشِدَّاۤءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاۤءُ بَيْنَهُمْ تَرٰىهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَّبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانًاۖ سِيْمَاهُمْ فِيْ وُجُوْهِهِمْ مِّنْ اَثَرِ السُّجُوْدِۗ ذٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى التَّوْرٰىةِۖ وَمَثَلُهُمْ فِى الْاِنْجِيْلِۚ كَزَرْعٍ اَخْرَجَ شَطْـَٔهٗ فَاٰزَرَهٗ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوٰى عَلٰى سُوْقِهٖ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيْظَ بِهِمُ الْكُفَّارَۗ وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ مِنْهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًاࣖ ۝٢٩

muḫammadur rasûlullâh, walladzîna ma‘ahû asyiddâ'u ‘alal-kuffâri ruḫamâ'u bainahum tarâhum rukka‘an sujjaday yabtaghûna fadllam minallâhi wa ridlwânan sîmâhum fî wujûhihim min atsaris-sujûd, dzâlika matsaluhum fit-taurâti wa matsaluhum fil-injîl, kazar‘in akhraja syath'ahû fa âzarahû fastaghladha fastawâ ‘alâ sûqihî yu‘jibuz-zurrâ‘a liyaghîdha bihimul-kuffâr, wa‘adallâhulladzîna âmanû wa ‘amilush-shâliḫâti min-hum maghfirataw wa ajran ‘adhîmâ

Artinya:"Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir (yang bersikap memusuhi), tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud (bercahaya). Itu adalah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu makin kuat, lalu menjadi besar dan tumbuh di atas batangnya. Tanaman itu menyenangkan hati orang yang menanamnya. (Keadaan mereka diumpamakan seperti itu) karena Allah hendak membuat marah orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."

Ilustrasi Maulid Nabi

Ilustrasi Maulid Nabi. foto/istockphoto

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…

Di bulan kelahiran Nabi Muhammad saw, mari kita merenung sejenak untuk kembali mengenal utusan Allah yang mulia. Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Salah satunya melalui keteladanan yang dicontohkan.

Keteladanan Nabi termaktub dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 21 berikut:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ

Artinya:"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."

Dalam sejarahnya, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kalinya di usia 40 tahun. Ketika itu, Nabi kerap menyendiri di Gua Hira untuk merenungkan kehidupan dan masyarakat yang dipenuhi dengan penyembahan berhala dan ketidakadilan.

Pada suatu malam di bulan Ramadan, malaikat Jibril datang untuk membawa wahyu pertama dari Allah, yang tercantum dalam surah Al-Alaq ayat 1-5. Momen ini menjadi tonggak awal kerasulan Nabi Muhammad. Nabi diutus untuk menyebarkan agama Islam dan mengajarkan tauhid atau keyakinan akan keesaan Allah kepada manusia.

Meskipun Nabi Muhammad adalah seorang manusia pada umumnya, tetapi sebagai manusia pilihan Allah, Rasulullah memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Dalam bebagai kesaksian para sahabat, Rasulullah merupakan manusia sempurna dalam segala aspeknya, baik lahiriah maupun batiniahnya.

Seperti halnya hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا

Artinya “Rasulullah SAW adalah manusia yang terbaik budi pekertinya.” (HR Bukhari, Muslim dan Ashabus Sunan wa-al-Musnad).

Ilustrasi Kaligrafi Muhammad

Ilustrasi Kaligrafi Muhammad. foto/istockphoto

Dalam mengemban misi kenabian, Rasulullah memiliki sifat-sifat terpuji yang pakut kita tiru. Sifat tersebut yaitu Shidiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

Shidiq artinya selalu benar. Nabi Muhammad selalu berkata yang benar, baik benar dalam menyampaikan wahyu yang bersumber dari Allah SWT, maupun benar dalam perkataan-perkataan yang berhubungan dengan persoalan keduniaan.

Kedua, amanah yang artinya dapat dipercaya. Rasulullah senantiasa menjalankan tugas kenabiannya sesuai dengan tugas yang diberikan Allah SWT. kepadanya.

Ketiga, tabligh artinya menyampaikan perintah dan larangan, yaitu rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan Nabi Muhammad saw dan tidak disampaikan kepada umatnya.

Terakhir, fathonah artinya cerdas. Maksudnya para rasul memiliki kecerdasan dalam menjalankan amanah, tugas, dan tanggung jawab sebagai seorang rasul. Mereka mampu memahami persoalan umat sekaligus memberikan jalan keluarnya.

Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah....

Dalam berkeluarga, Rasulullah juga memiliki akhlak mulia yang memiliki sikap lembut dan banyak tersenyum. Hal ini diriwayatkan dalam sebuah hadis:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا سُئِلَتْ: كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا خَلا فِي بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ أَلْيَنَ النَّاسِ وَأَكْرَمَ النَّاسِ. وَكَانَ رَجُلا مِنْ رِجَالِكُمْ إِلا أَنَّهُ كَانَ ضَحَّاكًا بَسَّامً

Artinya: Dari ‘Aisyah,. ia ditanya bagaimana Rasulullah saw ketika sendirian di rumah? Ia menjawab," Beliau adalah manusia yang paling lembut dan manusia yang paling mulia, beliau seorang dari kaum laki-laki kalian, hanya saja beliau humoris nan banyak senyumnya” (HR Ahmad dalam Musnad Ahmad, dan Ibn Sa’id dalam al-Thabaqât al-Kubrâ).

Tak hanya itu, Rasulullah juga mengerjakan berbagai urusan rumah tangga sebagaimana digambarkan Sayyidah A'isyah dalam hadis:

عَنْ عَائِشَةَ أنَّها سُئِلَتْ: مَا كَانَ النَّبيُّﷺ يَعْمَلُ فِيْ بَيْتِهِ؟ قَالَتْ: كَانَ يَخيْطُ ثَوْبَهُ وَيخْصِفُ نَعْلَهُ وَيَعْمَلُ مَا يَعْمَلُ الرِّجَالُ فِيْ بُيُوْتِهِمْ

Artinya: Dari Aisyah, ia ditanya: “Apa yang yang dilakukan Nabi saw di rumahnya? Ia menjawab: “Beliau menjahit bajunya, menyambung sandalnya yang putus, dan mengerjakan pekerjaan yang dilakukan para suami di rumah-rumah mereka" (HR Ibn Hibbân).

Semoga dengan memahami akhlak mulia Rasulullah, kita dapat meniru dan mengamalkannya. Tak lupa, mari mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan iman serta ketakwaan di dunia hingga akhirat kelak. Amin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ بِاْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Ilustasi Muhammad

Ilustasi Muhammad. foto/IStockphoto

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo