Menuju konten utama

Kepala BGN Minta Maaf usai Jurnalis Alami Kekerasan di SPPG

Dadan Hindayana mengatakan BGN tidak menoleransi bentuk kekerasan apapun dalam menghadapi suatu hal.

Kepala BGN Minta Maaf usai Jurnalis Alami Kekerasan di SPPG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengamati karya foto dalam pameran Perjalanan Gizi untuk Indonesia di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa (19/8/2025). Pameran tersebut menampilkan 40 karya foto tentang perjalanan satu tahun BGN dalam menjalankan program makan bergizi gratis dan berlangsung sampai 22 Agustus 2025. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meminta maaf atas insiden yang menimpa seorang wartawan saat meliput salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Gedong 2, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Dalam aktivitas tersebut, wartawan bernama Miftahul Munir bersama rekannya dianiaya petugas SPPG

“Saya belum dapat laporan resmi ya. Tapi kami meminta maaf ya kalau petugas kami melakukan itu. Tapi kami tetap sedang klarifikasi kejadian yang sebenarnya,” kata Dadan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Dadan pun menyebut pihaknya tidak menoleransi bentuk kekerasan apapun dalam menghadapi suatu hal. Menurutnya, kekerasan bukanlah solusi.

“Saya belum dapat pemberitahuan resmi atas hal itu, tapi apapun kekerasan adalah bukan jalan keluar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Dadan menegaskan sebetulnya tidak sulit bagi wartawan untuk meliput SPPG di berbagai wilayah. Namun, menurutnya, alangkah baiknya apabila wartawan tersebut memberikan pemberitahuan terlebih dahulu. Hal ini, katanya, menyangkut aspek higienis untuk dapur MBG.

“Begini, bukan sulit, saya beberapa kali dihubungi wartawan untuk meliput, saya persilakan. Jadi memberikan pemberitahuan terlebih dahulu karena itu kan terkait dengan aspek higienis,” terang Dadan.

Dalam hal ini, apabila seorang wartawan memasuki dapur tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), maka akan dianggap menyalahi prosedur.

“Jadi, kalau menyampaikan dulu pemberitahuan, izin, pasti kami persilakan untuk meliput kok,” kata Dadan.

Diberitakan sebelumnya, Sejumlah wartawan mengalami kekerasan oleh salah seorang pekerja SPPG di Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, pada Selasa (30/9/2025).

Wartawan Wartakota, Miftahul Munir, mengatakan mulanya ia dan rekannya Kiki mendatangi SPPG itu untuk meliput kasus dugaan keracunan akibat makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 20 siswa SDN 01 Gedong.

“Pas saya sampai, si bapak penjaga (sudah tua) nyuruh masuk, dikira saya tukang cuci ompreng. Pas habis parkir saya tanya mau ketemu kepala SPPG tapi dia nyuruh keluar,” kata Munir saat dihubungi Tirto.

Munir lalu berjalan keluar sambil mengambil video untuk mendokumentasikan seorang pria yang mengusirnya sambil membentak-bentak.

Setelah berada di area luar SPPG, Munir kembali mengambil video. Namun, ia dilarang untuk mengambil video. Padahal, kata Munir, dirinya tengah berada di area publik.

Munir lalu dihampiri oleh seorang pegawai yang menjelaskan bahwa SPPG Gedong 2 bukanlah SPPH yang menyebabkan keracunan MBG bagi siswa SDN 01 Gedong. Ia pun menerima penjelasan itu dan hendak menuju SPPG lain yang diduga menjadi penyebab keracunan. Namun, tiba-tiba ia dihampiri oleh seorang pria dan dicekik.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto