Menuju konten utama

Kepala BGN: 279 SPPG di Sumatra Jadi Dapur Umum Korban Bencana

SPPG yang biasa melayani MBG untuk para siswa, saat ini difungsikan untuk melayani korban bencana lantaran sekolah di sekitarnya masih libur.

Kepala BGN: 279 SPPG di Sumatra Jadi Dapur Umum Korban Bencana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, usai mengikuti acara puncak Hakordia 2025 yang diselenggarakan oleh KPK, di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). tirto.id/Auliya Umayna

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan sebanyak 279 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatra menjadi dapur umum untuk melayani para korban bencana.

Rinciannya, 105 SPPG di wilayah Aceh, 108 di Sumatra Utara, dan 66 di Sumatra Barat.

"Ya, SPPG melayani pengungsi ya," kata Dadan kepada wartawan di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).

Dadan mengatakan, SPPG yang biasa melayani Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk para siswa, saat ini difungsikan untuk melayani korban bencana lantaran sekolah di sekitarnya juga masih libur. Hal ini, kata dia, akan terus dilakukan hingga sekolah aktif seperti sediakala.

"Semua pengungsi harus tetap dilayani, dan karena sekolah masih libur. Anak-anak juga semua di pengungsian, ibu hamil juga di pengungsian, anak balita di pengungsian, jadi kami berikan makanan di pengungsian," ujarnya.

Dia mengaku telah mengirimkan uang yang cukup kepada masing-masing SPPG yang menangani pengungsi agar program ini berjalan dengan baik.

Terlebih, kata Dadan, pihak BNPB, TNI, Polri, dan Kementerian Sosial, juga meminta BGN untuk tetap terlibat dalam pemberian makanan untuk para pengungsi, sehingga program ini tetap dilaksanakan.

Lebih lanjut, meski belum dalam menyebutkan jumlahnya secara pasti, Dadan mengatakan, terdapat sejumlah SPPG yang turut terdampak banjir di Sumatra. Menurutnya, berdasarkan informasi terbaru, 44 SPPG di Sumatera Utara tidak aktif, dan sekitar 180 SPPG di Aceh juga mengalami hal yang sama.

Dadan mengatakan, terdapat sejumlah relawan MBG yang turut menjadi korban banjir dan longsor di Sumatra ini. Namun, Dadan kembali belum dapat memastikan jumlah dan kondisi para relawan tersebut.

"Ada [yang jadi korban], cuma kami belum tahu jumlahnya berapa karena kan tersebar luas ya. Mungkin setelah situasinya normal, kembali ke masalah pasca-konstruksi, baru kami tahu," katanya.

Untuk SPPG di Aceh yang berada di wilayah yang tidak terdampak banjir dan longsor tetap menjalani program seperti biasanya.

"Kalau MBG tetap jalan. Di Aceh ada 81 yang tetap melaksanakan program MBG normal yang jauh dari daerah bencana, tetapi yang di daerah bencana semua dialokasikan untuk menangani pengungsi," tuturnya.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Irfan Teguh Pribadi