Menuju konten utama

Kenapa TKA Tidak Ada Mapel Informatika? Cek Penjelasannya

Mata pelajaran Informatika tidak termasuk bagian dari mapel pilihan dalam TKA 2025. Simak alasannya berikut ini.

Kenapa TKA Tidak Ada Mapel Informatika? Cek Penjelasannya
Sejumlah siswa mengikuti ujian Asesmen Madrasah (AM) tahun 2025 berbasis Computer Based Test (CBT) di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Harapan Bangsa (HBS) Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (30/4/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.

tirto.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/SMK sederajat akan digelar pada 1-9 November 2025. Materi yang diujikan di dalamnya tidak termasuk mata pelajaran (mapel) pilihan Informatika, begitu pula Agama dan Seni. Mengapa mapel Informatika tidak diujikan pada TKA?

TKA 2025 dirancang untuk mengukur capaian belajar siswa secara terstandar di seluruh Indonesia. Mekanisme ini dinilai penting untuk menjawab tantangan perbedaan sistem penilaian antar sekolah. Oleh karena itu, TKA hanya menguji mata pelajaran tertentu yang dianggap representatif.

Mapel yang masuk kategori wajib untuk jenjang SMA dan SMK meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Di luar itu, siswa memilih dua mapel pilihan sesuai jurusan seperti Sains Teknologi atau Sosial Humaniora. Tidak ada pilihan mapel informatika di dalamnya.

Alasan TKA Tidak Ada Mapel Informatika

Mata pelajaran Informatika, bersama Agama dan Aeni, tidak termasuk dalam mapel yang diujikan dalam TKA 2025. Menurut Direktur SMA Kemendikdasmen, Winner Jihad Akbar, ketidakhadiran ketiga mapel tersebut merupakan bagian dari kebijakan awal untuk TKA.

Winner menjelaskan, TKA hanya menguji mata pelajaran yang sudah memiliki standar nasional yang seragam. Saat ini, Informatika belum memiliki acuan penilaian yang konsisten di seluruh satuan pendidikan. Ketidaksiapan ini membuatnya belum dapat dimasukkan dalam struktur asesmen nasional seperti TKA.

Pembuatan soal TKA harus memenuhi prinsip keterukuran dan keadilan antar siswa dari berbagai daerah. Tanpa standar nasional, sulit memastikan soal yang disusun benar-benar mewakili capaian belajar secara merata. Oleh karena itu, mapel seperti Informatika belum bisa diujikan dalam TKA 2025.

Dalam buku Tanya Jawab Seputar Tes Kemampuan Akademik (TKA) Versi 2 juga dijelaskan tentang tidak diujikannya mapel Informatika di TKA tahun ini. Selain itu, sekolah diminta memastikan riwayat mata pelajaran yang pernah ditempuh siswa selama masa pendidikan menengah untuk mendukung proses asesmen yang lebih komprehensif.

Prinsip Memilih Mapel dalam Tes Kemampuan Akademik

Pemilihan mata pelajaran pilihan dalam TKA tidak boleh dilakukan sembarangan. Meski tampak sederhana, langkah ini sangat menentukan kecocokan siswa dengan program studi tujuan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip pemilihan mapel sangat penting.

TKA bertujuan untuk memberikan validadi capaian belajar siswa secara nasional. Pemilihan mapel harus merujuk pada riwayat pembelajaran selama lima semester. Sayangnya, masih banyak siswa yang belum memahami teknis pemilihan ini secara menyeluruh.

Beberapa peserta bahkan merasa bingung memilih mapel karena belum yakin pada prodi tujuannya. Untuk itu, ada prinsip-prinsip dasar yang perlu diperhatikan agar proses seleksi berjalan optimal. Berikut empat prinsip penting yang perlu dicermati oleh peserta TKA:

1. Cek Riwayat Rapor

Pilih mapel yang pernah diambil selama lima semester di SMA/SMK. TKA akan memvalidasi capaian pada mapel tersebut. Pastikan mapel pilihan benar-benar tercantum di rapor.

2. Cocokkan dengan Prodi Tujuan

Cek daftar mapel pendukung prodi dari Kepmendikdasmen No. 102 Tahun 2025 sebelum memilih mapel pilihan. Mapel yang dipilih sebaiknya selaras dengan prodi di perguruan tinggi. Ini penting untuk menunjang kesesuaian akademik.

3. Pilih Mapel yang Dikuasai

Prioritaskan mapel yang paling dikuasai atau diminati. Hal ini akan meningkatkan peluang hasil TKA yang lebih baik. Evaluasi bisa dilakukan dengan melihat nilai rapor atau hasil simulasi.

4. Buka Opsi Lintas Rumpun (Jika Relevan)

Pemilihan mapel boleh lintas rumpun asalkan keduanya ada di rapor dan relevan dengan prodi tujuan. Misalnya, siswa bisa memilih Ekonomi dan Kimia jika mendukung prodi. Konsultasikan dahulu hal ini dengan guru BK untuk memperluas kemungkinan pilihan.

Pembaca yang ingin mengikuti informasi seputar TKA dapat klik tautan di bawah ini.

Artikel tentang TKA

Baca juga artikel terkait TES KEMAMPUAN AKADEMIK atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Edusains
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Ilham Choirul Anwar