Menuju konten utama

Kenapa Hendrar Prihadi Dicopot dari Kepala LKPP & Respons PDIP

Hendrar Prihadi dicopot sebagai Kepala LKPP, apa alasannya? Simak respons PDI Perjuangan terkait pencopotan Hendi.

Kenapa Hendrar Prihadi Dicopot dari Kepala LKPP & Respons PDIP
Hendrar Prihadi, Jakarta, Senin (20/1/2025).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hendrar Prihadi atau yang lebih akrab disapa Hendi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Prabowo menggantinya dengan Sarah Sadiqa pada Rabu (17/9/2025) lalu.

Dicopotnya kader Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDIP) itu dilakukan Prabowo dalam reshuffle kabinet ketiga selama tahun pertamanya jadi presiden.

Sejauh ini Istana belum memberikan keterangan terkait alasan pencopotan Hendi dari jabatan Kepala LKPP. Namun PDIP sebagai partai yang menaungi Hendi, menyatakan bahwa pencopotan Hendi merupakan sesuatu hal yang wajar, mengingat mantan Wali Kota Semarang itu sudah cukup lama menjabat sebagai Kepala LKPP.

Selain Hendrar Prihadi, Prabowo juga mencopot sejumlah pejabat lain, termasuk Budi Gunawan dari Menteri Koordinator Politik dan Keamanan serta Sulaiman Umar dari Wakil Menteri Kehutanan.

Respons PDIP terkait Pencopotan Hendi sebagai Kepala LKPP

Atas pencopotan Hendrar Prihadi dari posisi Kepala LKPP, PDIP mengaku menghormati keputusan tersebut. Hal ini dijelaskan oleh politikus PDIP, Ahmad Basarah, pada Kamis (18/9).

"PDI Perjuangan sangat menghormati prinsip bernegara, bahwa keputusan eksekutif ada di tangan Presiden. Karena sekarang presidennya Pak Prabowo, maka beliaulah yang berwenang menata kabinet dan lembaga negara," ujarnya, dikutip dari Antara.

Menurut Basarah, PDIP memahami bahwa perombakan pejabat di kementerian maupun lembaga non-kementerian merupakan hak prerogatif presiden.

Ia juga menyatakan bahwa hal tersebut wajar terjadi, terlebih Hendi terbilang telah cukup lama mengemban tugas sebagai Kepala LKPP.

"Kami menghormati sekaligus mendukung keputusan Presiden Prabowo Subianto. Itu bagian dari kewenangan konstitusional beliau," katanya.

Hendi, atau Hendrar Prihadi, sebelumnya dijadikan sebagai Kepala LKPP oleh pendahulu Prabowo, yakni Jokowi. Pelantikannya terjadi pada 10 Oktober 2022 lalu.

Saat itu, Hendi ditugasi Jokowi untuk menggantikan Azwar Anas yang berpindah tugas jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Ketika Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024, presiden ke-8 itu tak mengotak atik posisi Hendi di LKPP. Baru pada Rabu lalu Hendi akhirnya dicopot dari jabatannya itu.

Nama Hendrar Prihadi sendiri dikenal sebagai salah satu kader senior di PDIP. Sudah berpolitik pada 2010, kariernya lama berkecimpung di ranah kepala daerah.

Hendi merupakan Wali Kota Semarang pada 2013-2015, 2016-2021, dan 2021-2022. Sebelumnya, ia juga merupakan Plt Wali Kota Semarang 2012.

Hendi pertama kali menjadi Wali Kota Semarang lewat Pilkada saat maju dan terpilih dalam Pilkada Semarang 2015 dan 2020 secara berturut-turut.

Ketika dilantik sebagai Kepala LKPP oleh Jokowi pada 2022, Hendi yang berstatus kepala daerah kemudian mengundurkan diri sebagai Wali Kota Semarang.

Pada Pilkada 2024 lalu, ia maju sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah. Hendi diusung PDIP untuk mendampingi eks Panglima TNI, Andika Perkasa, sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Akan tetapi, perolehan suara pasangan PDIP tersebut masih kalah dibandingkan lawan politik mereka, yakni Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen yang keluar sebagai pemenang Pilkada Jawa Tengah 2024.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan